Kategori: inikebumen

  • Mantan Security ini Ditangkap Polisi Setelah 1,5 Tahun Konsumsi Sabu

    Mantan Security ini Ditangkap Polisi Setelah 1,5 Tahun Konsumsi Sabu

    Terancam hukuman paling lama 12 tahun penjara. 

    Mantan Security Ditangkap Polisi Setelah 1,5 Tahun Konsumsi Sabu
    Barang bukti yang diamankan bersama tersangka. (Foto: Humas Polres Kebumen)

    INI Kebumen, KEBUMEN – Setelah sekitar 1,5 tahun mengkonsumsi sabu, pria berinisial WD (31) warga Desa Maduretno Kecamatan Buluspesantren ditangkap Sat Resnarkoba Polres Kebumen.

    Mantan petugas Security ini ditangkap bersama barang bukti narkotika golongan I (sabu) di Desa Muktisari, Kecamatan Kebumen, pada Rabu 12 Agustus 2020 sekitar pukul 12.00 WIB.

    Dari tangan tersangka polisi mengamankan sabu yang dikemas di dalam plastik klip warna bening serta seperangkat alat hisapnya.

    Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan, sampai dengan saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan penyidik Sat Resnarkoba.

    “Tersangka telah mengakui perbuatannya, sabu yang diamankan saat penangkapan adalah miliknya,” jelas AKBP Rudy didampingiKasat Resnarkoba  AKP R Widiyanto saat press release, Minggum 23 Agustus 2020.

    Kepada polisi, tersangka mengaku mengkonsumsi sabu untuk stamina. Uang yang digunakan untuk membeli adalah hasil tabungannya bertugas sebagai Security di Tanggerang Selatan Banten.

    “Saat ini sudah tidak lagi menjadi Security sejak Oktober 2019. Awalnya saya ditawari teman saat piket. Selanjutnya saya membeli sendiri, untuk stamina,” ungkap tersangka WD.

    WD mengaku mengkonsumsi sabu kurang lebih 1,5 tahun belakangan. Alasan lain hingga belum bisa berhenti mengkonsumsi sabu, karena ia pernah gagal dalam berumah tangga.

    Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.

    “Iya Pak, saya salah. Saya menyesal,” tersangka WD menyesali perbuatannya.(*)

  • MIRIS! Kakek 67 Tahun Asal Karangsambung Lima Kali Gagahi Gadis Dibawah Umur

    MIRIS! Kakek 67 Tahun Asal Karangsambung Lima Kali Gagahi Gadis Dibawah Umur

    Bukannya Menjadi Panutan, Pria Lanjut Usia di Kebumen Malah Setubuhi Gadis di Bawah Umur 

    MIRIS! Kakek 67 Tahun Asal Karangsambung Lima Kali Gagahi Gadis Dibawah Umur
    Kakek pelaku pencabulan gadid dibawah umur. (Foto: Humas Polres Kebumen)

    INI Kebumen, KEBUMEN – Entah apa yang ada dibenak tersangka inisial EN laki-laki berusia 67 tahun warga Kecamatan Karangsambung ini. Dia tega menyetubuhi gadis dibawah umur sebut saja Bunga, tetangganya sendiri.

    Bahkan pengakuannya, tindakan abnormal itu dilakukannya sebanyak 5 kali kepada gadis berusia 14 tahun itu.

    Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, mengatakan kasus pelecehan seksual itu terbongkar setelah korban mengadu ke orangtuanya tentang aksi tak senonoh tersangka kepada Bunga.

    “Tersangka kami tangkap pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2020. Sejumlah barang bukti diantaranya pakaian korban kami amankan untuk kepentingan penyidikan,” jelas AKBP Rudy saat press release, Sabtu 25 Juli 2020.

    Kepada polisi tersangka sudah mengakui semua perbuatannya melakukan persetubuhan kepada Bunga.

    Aksinya dilakukan saat semua orang tidak ada di rumah. Perbuatannya diantaranya dilakukan pada Minggu, 17 Mei 2020 sekira pukul 07.00 Wib.

    Tersangka sampai dengan saat ini belum memiliki momongan. Perbuatannya dilakukan karena sering melihat korban bermain dan terlihat di sekitar rumahnya.

    Kini akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang Undang dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.(*)

  • Catat! Test SKB CPNS Kebumen Akan Digelar September-Oktober 2020

    Catat! Test SKB CPNS Kebumen Akan Digelar September-Oktober 2020

    Lokasi SKB rencanya di UNY 

     Catat! Test SKB CPNS Kebumen Akan Digelar September-Oktober 2020
    Ilustrasi

    INI Kebumen, KEBUMEN – Pemkab Kebumen memastikan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi peserta CPNS 2019 akan digelar pada September-Oktober 2020 mendatang.

    Kepastian itu setelah terbitnya surat dari Menteri PAN RB yang ditujukan ke para Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Daerah serta Kepala BKN, No. B/611/M.SM.01.00/2020, tanggal 16 Juli 2020, tentang rencana pelaksanaan SKB seleksi CPNS formasi 2019.

    Baca juga: Imbas Corona, Tes SKB CPNS Kebumen Ditunda

    “Setelah sempat tertunda karena Corona, pelaksanaan test SKB bagi CPNS yang dinyatakan lolos SKD pada September- Oktober,” kata Kepala BKPPD Kebumen, Asep Nurdiana, Kamis, 23 Juli 2020.

    Adapun lokasi pelaksanaan SKB akan dipusatkan di Komplek UPT TIK Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Jalan Colombo Nomor 1, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.

    “Rencana pengumuman yang lolos SKB pada awal November 2020,” imbuhnya.

    Diketahui, jumlah pelamar CPNS Kabupaten Kebumen yang dinyatakan lolos tes SKD dan berhak untuk mengikuti test SKB tercatat 1.324 orang. Mereka telah diumumkan berhak mengikuti SKB sejak , 22 Maret 2020.(*)

  • Telanjang Dada, Pemuda Asal Ayah ini Gantung Diri di Pohon Mangga

    Telanjang Dada, Pemuda Asal Ayah ini Gantung Diri di Pohon Mangga

    Yang bersangkutan dikenal pendiam dan tertutup.

    Telanjang Dada, Pemuda Asal Ayah ini Gantung Diri di Pohon Mangga
    Petugas bersamam warga berada di rumah korban (Foto: Humas Polres Kebumen)

    INI Kebumen, AYAH – Pemuda berinisal RM (26) warga Desa Kedungweru Kecamatan Ayah, ditermukan meninggal dunia menggantung pada seutas tali, Jumat pagi, 5 Juni 2020. Korban diduga mengakhiri hidpunya dengan cara gantung diri.

    Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kasubbag Humas Iptu Tugiman, menjelaskan dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh Polsek Ayah, polisi tidak menemukan tanda mencurigakan mengarah ke tindak Pidana.

    “Yang bersangkutan dikenal pendiam dan tertutup. Dari hasil oleh TKP, tidak ada kejanggalan yang mengarah ke tindak Pidana. Untuk penyebabnya masih kami selidiki,” katanya.

    Awal mula kejadian gantung diri diketahui oleh warga tetangga korban saat menyapu sekitar pukul 05.45 WIB.

    Saat itu RM sudah dalam keadaan menggantung pada seutas tali yang dikaitkan pada pohon mangga di depan rumah bagian samping. 

    Saat ditemukan RM dalam posisi sudah tidak bergerak dan telanjang dada mengenakan celana jeans hitam. Warga yang terkejut selanjutnya melaporkan Polsek Ayah.(*)

  • Punya Masalah Soal Bansos Dampak Covid-19 di Kebumen? Adukan ke Nomor Ini

    Pemkab Kebumen Buka Layanan Aduan JPS Online

    Punya Masalah Soal Bansos Dampak Covid-19 di Kebumen? Adukan ke Nomor Ini
    Ini nomor pengaduan bantuan sosial dampak Covid-19 di Kebumen

    INI Kebumen, KEBUMEN – Pemkab Kebumen mendirikan posko pengaduan daring (online) terkait penerimaan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga terdampak covid-19.

    Posko ini melayani aduan masyarakat terkait pembagian bantuan sosial (bansos)  di wilayah Kabupaten Kebumen.

    Masyarakat dapat mengadu terkait semua program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19. Baik pengaduan program BST, BPNT, JPS Provinsi, JPS Kabupaten dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa.

    Bila ada masyarakat menemukan bantuan sosial yang dianggap tidak tepat sasaran, diminta untuk langsung menghubungi nomor ‘hotline’ yang telah disiapkan. Masyarakat dapat langsung menghubungi nomor hotline pengaduan melalui pesan WhatsApp di nomor 081287878936 dan 087837544534.

    Peluncuran “Posko Pengaduan JPS Online” dilakukan oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, di Kantor Dinas Sosial dan PPKB, Kamis, 14 Mei 2020.

    Saat memberikan informasi, masyarakat diminta mencantumkan identitas

    Punya Masalah Soal Bansos Dampak Covid-19 di Kebumen? Adukan ke Nomor Ini
    Wakil Bupati Arif Sugiyanto saat melaunching  Posko Pengaduan JPS Online

    Wakil Bupati mengatakan tujuan didirikannya posko pengaduan ini agar masyarakat bisa melapor jika mengalami masalah. Diantaranya, layanan tidak sesuai prosedur, dipersulit, bantuan tidak diterima atau tidak tepat sasaran.

    “Setelah ada aduan dari masyarakat, kita akan cek datanya, kita dapat langsung melacak dan melakukan peninjauan,” katanya.

    Namun demikian, saat memberikan informasi, masyarakat diminta mencantumkan identitas, alamat lokasi dan alasan dianggap tidak tepat sasaran. Petugas akan mendatangi dan memeriksa kembali untuk memastikan kebenaran layak tidaknya menerima bantuan.

    “Silahkan difoto dan dikirimkan ke nomor aduan, kalau ada yang tidak benar. Kalau ada yang tidak berhak tapi menerima (bantuan) silahkan lapor,” tegasnya.

    Hadir pada acara itu, Asisten Sekda Hery Setyanto, Kepala Dinas Sosial PPKB Eko Widianto, Kepala Dinas Kesehatan HA Dwi Budi Satrio, Kepala Dispermades P3A Frans Haidar, serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Kebumen.(*)

  • Ganjar Antar “The Godfather of Broken Heart” ke Peristirahatan Terakhir

    Ganjar Antar “The Godfather of Broken Heart” ke Peristirahatan Terakhir

    Didi Kempot memang sudah tiada. Namun dedikasi dan semangat yang ia ajarkan, tidak boleh hilang di telan zaman.

    Ganjar Antar "The Godfather of Broken Heart" Peristirahatan Terakhir
    Pemakamanan Didi Kempot (Foto : Vivi/Humas Jateng)

    INI Kebumen, NGAWI – Kedekatan Ganjar Pranowo dan Almarhum Didi Kempot membuat Gubernur Jawa Tengah itu menyempatkan diri mengantarkan jenazah Godfather of Broken Heart itu ke tempat peristirahatan terakhirnya, di Mejasem Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Jawa Timur, Selasa 5 Mei 2020.

    Selasa siang, Ganjar berangkat dari rumah dinasnya di Gajahmungkur, Kota Semarang, dan menempuh jalur darat sejauh ratusan kilometer menuju Ngawi.

    Setibanya di lokasi, Ganjar mengikuti prosesi pemakaman dari belakang. Ini untuk menjaga jarak dan menghindari berkerumun dengan ratusan Sobat Ambyar yang ikut melayat, hingga kemudian ia dipersilakan pihak keluarga untuk menaburkan bunga di makam Didi.

    “Mas Didi Kempot adalah seniman yang sangat menginspirasi. Di tengah pandemi corona ini, beliau masih bisa survive dan menginspirasi para seniman lain,” kata Ganjar.

    Tak hanya seniman, Ganjar sendiri mengatakan sangat terinspirasi dengan seorang Didi Kempot. Beberapa waktu lalu, dirinya berdialog dengan seniman-seniman di Jateng dan memutuskan membuat panggung pertunjukan kecil di kediamannya.

    Panggung Kahanan Mositifi Covid 19 namanya. Panggung itu ia gunakan sebagai tempat para seniman mentas yang disiarkan live streaming di akun sosial media.

    “Kemarin baru sekali tampil, rencananya selama ramadhan ini mereka para seniman akan tampil. Itu inspirasinya ya mas Didi ini. Mas Didi menginspirasi saya dan para seniman nasional lain dengan konsep konser amal dari rumahnya yang sukses kemarin,” tegasnya.

    Didi Kempot memang sudah tiada. Namun dedikasi dan semangat yang ia ajarkan, tidak boleh hilang di telan zaman

    Ganjar Antar "The Godfather of Broken Heart" Peristirahatan Terakhir
    Ganjar Pranowo ikut mengantarkan Didi Kempot ke peristirahat terakhir (Foto : Vivi/Humas Jateng)

    “Beliau mengajarkan pada semua, bahwa seniman jangan menyerah. Terus bergerak dan berkreasi. Soal rejeki, Allah yang menentukan, tapi jangan berhenti berkarya. Itulah mas Didi Kempot,” tegasnya.

    Didi Kempot di mata Ganjar juga merupakan ikon seniman yang mampu menembus batas dalam bermusik. Saat banyak orang menganggap musik tradisional katrok dan pinggiran, ia mampu mengubah segalanya dan menembus batas-batas itu.

    “Sekarang musik tradisional telah masuk ke jantung hati semua orang. Tidak pandang dia siapa, tapi semua bisa bergoyang ambyar semuanya,” ucapnya.

    Ganjar mengatakan sangat kehilangan musisi hebat sekelas Didi Kempot. Ia meminta masyarakat untuk mendoakan yang terbaik padanya.

    “Didi Kempot adalah orang yang selalu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Kami tentu akan kehilangan, semoga husnul khotimah,” tutupnya.(*)

  • Jumlah Pasien Positif Corona di Kebumen Bertambah Jadi 3 Orang

    Jumlah Pasien Positif Corona di Kebumen Bertambah Jadi 3 Orang

    Pasien positf corona di Kebumen bertambah

    Pasien Positif Corona di Kebumen Bertambah Jadi 3 Orang
    Ilustrasi

    INI Kebumen, Kebumen – Pemkab Kebumen melalui Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19, kembali mengumumkan satu warga Kebumen positif corona.

    Pengumuman itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kebumen HA Dwi Budi Satrio, di Posko penanggulangan COVID-19 dinas setempat, Selasa malam, 7 April 2020.

    Budi Satrio, menjelaskan Pasien yang positif corona tersebut berinisial YP, 65 tahun, warga Kebumen dan berjenis kelamin pria.

    Yang bersangkutan dinyatakan positif corona berdasarkan hasil uji laboratorium spesimen dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.

    “Sebelumnya pasien dirawat di salah satu rumah sakit di Kebumen. Kemudian, kita rujuk ke rumah sakit lini kesatu,” ujarnya didampingi, Sekretaris Dinas Kesehatan Kusbiyantoro.

    Baca juga: Bertambah, Pasien Positif Corona di Kebumen jadi 2 Orang

    YP dirawat di salah satu rumah sakit sejak 25 Maret 2020 lalu, setelah mengalami gejala demam, sakit kepala dan sesak nafas. Pasien memiliki riwayat diabetes dan pernah berpergian ke daerah zona merah. Namun, saat ini kondisinya sudah membaik.

    Pasien juga pernah berkontak langsung dengan salah satu keluarganya yang juga dinyatakan positif corona di Semarang. “Yang bersangkutan memang mobile ke Purwokerto-Semarang,” terangnya.

    Baca juga: Klinik Pengobatan Penyakit Paru Kebumen Jadi Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19

    Budi Satrio, mengungkapkan semua keluarganya dan orang-orang yang pernah kontak langsung dengan pasien telah dilakukan uji laboratorium. Semuanya dinyatakan negatif corona.

    “Dari tiga (pasien) yang positif semuanya kasus impor (tertular dari luar Kebumen),” imbuhnya.

    Pada kesempatan yang sama, Budi Satrio, juga mengumkan hasil hasil laboratorium (swab) 3 paien lain. Yaitu MT (41), MF (23) dan SC (37). Ketiganya dinyatakan negatif corona.(*)

  • Duh! Setahun GNKK, Banyak Warga di Sadang Belum Tahu Geopark

    Duh! Setahun GNKK, Banyak Warga di Sadang Belum Tahu Geopark

    RAT Mutiara Islam Adakan Geo Parenting di Agro Wisata Cangkring

    Duh! Setahun GNKK, Banyak Warga di Sadang Belum Tahu Geopark
    Peserta geo parenting foto bersamad di di Agro Wisata Cangkring

    www.inikebumen.net SADANG – Keluarga Besar Raudlatul Athfal Terpadu (RAT) Mutiara Islam Desa Sadang Kulon Kecamatan Sadang, mengadakan geo parinting di Agro Wisata Cangkring, pada Kamis, 19 Desemmber 2019.

    Kegiatan itu diikuti 32 orang peserta didik, para guru dan orang tua/walinya.

    “Pilihan kegiatan parenting di Agro Wisata Cangkring dimaksudkan untuk lebih mengenalkan peserta didik dan orang tua tentang potensi wisata lokal agar bisa mengoptimalkan pemanfaatan potensi daerah,” terang Nurnakhuddin, pembina Yayasan Madinatul Kahfi Alamiah yang menaungi RAT Mutiara Islam.

    Agro Wisata Cangkring yang berupa embung merupakan salah satu situs geologi yang termasuk dalam kawasan Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong (GNKK).

    Dikatakan Nurnakhudin, meski sudah setahun lebih GNKK ditetapkan, masih banyak masyarakat yang belum tahu menahu tentang GNKK.

    Embung yang dibangun pada tahun 2011 ini bersebelahan dengan Situs Megalitikum Menhir Watu Tumpeng Tanggul Asih.

    “Masih banyak masyarakat Sadang sendiri yang belum tahu tentang GNKK dengan embung cangkring termasuk menjadi bagiannya,” imbuh Nurnalhuddin.

    Kegiatan parenting yang baru pertama kali diselenggarakan RAT Mutiara Islam ini, punya nilai lebih karena ada aspek edukasi obyek wisata. Khususnya tentang GNKK.

    “Jadi tidak terlalu berlebihan kalau disebut geo parenting,” selorohnya.

    Ustadzah Ismowati selaku narasumber menyampaikan bahwa peran orang tua lebih utama dan seharusnya yang pertama mengajarkan ilmu kepada anak-anaknya agar bisa memberikan pengaruh yang baik kepada anak-anaknya.

    “Karena itu kegiatan ini dirasa sangat penting sebagai media pembelajaran bersama antara anak, orang tua, dan guru dalam memahami proses belajar mengajar,” tandas ustadzah Ismowati.

    Kegiatan selain diisi dengan dialog juga ada mewarnai dan bermain pasir bagi para peserta didik.

    RAT Mutiara Islam Sadangkulon telah berdiri sejak 5 tahun lalu. Meski demikian, hingga saat ini ijin operasional masih dalam tahap proses. Pada tahun kelima ini, RAT tercatat memiliki 32 peserta didik.

    Seiring dengan perkembangan dan minat masyarakat, saat ini RAT Mutiara Islam juga sedang membenahi ruang belajar.

    “Sampai saat ini pembiayaan masih mandiri. Tapi kami membuka tangan lebar-lebar apabila ada pihak-pihak yang ingin ikut berpartisipasi,” jelas Nurnakhuddin.(*)

  • Kebumen Miliki Banyak Qori Berprestasi di Provinsi dan Nasional

    Kebumen Miliki Banyak Qori Berprestasi di Provinsi dan Nasional

    Kebumen jadi lumbung qori

    Kebumen Miliki Banyak Qori Berprestasi di Provinsi dan Nasional
    Acara Pembinaan Qori, Qoriah, Hafidz, dan Hafidzah Kabupaten Kebumen

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Kabupaten Kebumen memiliki potensi qori, qoriah hafidz dan hafidzah yang cukup besar. Baik yang berada di pondok pesantren maupun yang berada di rumah tahfidz se Kabupaten Kebumen.

    “Bahkan banyak yang kualitasnya diakui, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” kata Kabag Kesra Setda Kebumen, Wahib Tamam, pada acara Pembinaan Qori, Qoriah, Hafidz, dan Hafidzah Kabupaten Kebumen tahun 2019 di Pendopo Rumdin Bupati, Minggu siang, 1 Desember 2019.

    Menurutnya, untuk meningkatkan semangat dan kualitas, Pemkab Kebumen menyelenggarakan kegiatan upgrading dengan menghadirkan qori dan hafidz. Baik nasional maupun internasional ke Kebumen.

    “Untuk transfer pengetahuan, teknik dan lagu-lagu terbaru yang ada saat ini,” terangnya.

    Beberapa qori nasional maupun internasional telah dihadirkan ke Kebumen. Diantaranya, Ustadz H M Mu’min Mubarok, pada 2014. Kemudian, H Muammar ZA (2015) dan Hj Maria Ulfah (2016).

    Selanjutnya, Ustadz H Muhammad Ali dan terakhir Qori dari Mesir dan Arab, yaitu Syeh Mahmoud Sahat, Syeh Hajjaj Romdhoni Ayoubi dan Syeh Rajai Ayyoubi.

    “Pada kesempatan ini menghadirkan Prof Dr H Said Agil Husin Al Munawar MA dari Jakarta,” imbuhnya.

    Staf Ahli Bupati Kebumen Bidang Politik dan Hukum Amin Rahmanurrasyid, yang hadir mewakili Bupati Kebumen menyampaikan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga dan membina kebersamaan masyarakat Kabupaten Kebumen.

    “Sekaligus juga sebagai wahana untuk mengasah dan meningkatkan pemahaman Al-Qur’an. Saya berharap melalui kegiatan ini dapat membentuk generasi Qur’ani, dengan pembinaan yang berkelanjutan,” tandasnya.(*)

  • Demo Mahasiswa dan Pembangunan Kebumen

    Demo Mahasiswa dan Pembangunan Kebumen

    Oleh : Aris Setiawan Yodi

    Para calon kandidat bupati, mulai saat ini sudah harus berfikir untuk menempatkan pemuda dalam pos-pos strategis. Misalnya dengan menempatkan menjadi tim kampanye kreatif, juru kampanye milenial. Atau bahkan mendorong pemuda untuk ikut menjadi salah satu peserta proses politik lima tahunan tersebut.

    Demo Mahasiswa dan Pembangunan Kebumen
    Aris Setiawan Yodi

    www.inikebumen.net DEMONSTRASI besar-besaran mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia beberapa pekan lalu bisa dibilang kembali menggugah ingatan masyarakat Indonesia bahwa pemuda benar-benar menjadi agen perubahan.

    Tuntutan demonstrasi mahasiswa yang berdemo agar Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) ditunda pun akhirnya dikabulkan. Rencananya, pengesahan RKUHP baru akan dilakukan pada periode DPR RI 2019-2024 dengan mengkaji ulang beberapa poin yang menjadi “pemicu” demo mahasiswa tersebut.

    Sejarah mencatat, mahasiswa pernah tampil dalam panggung perubahan rezim politik di Indonesia. Mulai dari pra-kemerdekaan dengan Boedi Oetomonya, kemudian tahun 1965, hingga reformasi 1998. Mahasiswa bak menjadi “pedang” milik rakyat yang ingin bangsanya berubah menjadi lebih baik.

    Kuatnya power demonstrasi mahasiswa seringkali membuat para pengambil kebijakan harus mendengar dan menuruti tuntutan mahasiswa. Tidak hanya di Indonesia, hal yang sama juga terjadi di Hong Kong, sebuah wilayah otonomi khusus di China yang hendak mensahkan UU Ekstradiksi.

    Sejak Juni 2019, masyarakat Hong Kong dengan dipimpin oleh para mahasiswa menuntut pembatalan UU Ekstradiksi. Menariknya, tuntutan tersebut akhirnya dibatalkan oleh pemerintah setempat.

    Ada yang menarik di antara dua kejadian demonstrasi mahasiswa di Indonesia dan Hong Kong. Keduanya mempunyai beberapa kemiripan, misalnya cara yang digunakan untuk menarik simpati masyarakat yang sangat kreatif. Di Indonesia, demo mahasiswa dipenuhi dengan kalimat-kalimat lucu yang bermakna sindiran, seperti  “Cukup Cintaku Yang Direvisi, KUHP Jangan” atau “Entah Apa yang Merasukimu DPR”.

    Sedangkan di Hong Kong, demo mahasiswa justru diisi dengan flashmob (menari) hingga menggelar pertunjukan laser sebagai sarana menyampaikan pesan bahwa rakyat menolak UU Ekstradisi. Hasilnya, masyarakat yang sebelumnya tidak tertarik dengan gerakan politik akhirnya mendadak menjadi tertarik membahas soal politik.

    Besar kemungkinan, ketertarikan masyarakat terjadi karena adanya perbedaan pola aksi yang lebih kreatif dan berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya yang cenderung serius dan menjenuhkan.

    Ilmuwan politik AS, Lucian Pye dalam buku berjudul “Teori Perbandingan Politik” pernah menjelaskan, bahwa seluruh proses-proses sosial dapat dianalisis dalam pengertian struktur, kandungan, dan aliran komunikasi. Komunikasi itu lantas meresapi hubungan-hubungan manusia dengan pesan-pesan yang sengaja maupun tidak disengaja.

    Dalam hal ini, kita bisa menilai bahwa baik mahasiswa di Indonesia dan Hong Kong, sama sama berhasil membangun struktur atau aliran komunikasi yang membuat masyarakat mau terlibat dalam proses-proses sosial yang ada.

    Masyarakat yang tadinya tidak peduli terhadap proses pengambilan kebijakan di eksekutif (pemerintah) dan legislatif (DPR), mendadak menjadi tertarik membahas politik, suatu sinyal positif dalam proses pembangunan iklim demokrasi di Indonesia. Suatu iklim yang memungkinkan rakyat boleh turut campur tangan terhadap urusan politik dan pengambilan kebijakan.

    Kebumen dan Anak Muda

    Kreatifitas, semangat, dan kecerdasan anak muda yang tergambar dari demonstrasi mahasiswa di beberapa kota besar di Indonesia dan Hong Kong beberapa waktu lalu setidaknya bisa ditiru di Kebumen.

    Tentu saja bukan demonstrasinya, melainkan kreatifitas, semangat, dan cara mereka menarik perhatian masyarakat untuk terlibat dalam proses politik dan pengambilan kebijakan.

    Momentum pelibatan pemuda dalam proses politik di Kebumen bisa dimulai dengan melibatkan pemuda dalam berbagai proses pemilihan bupati yang akan dihelat 2020 mendatang. Para calon kandidat bupati, mulai saat ini sudah harus berfikir untuk menempatkan pemuda dalam pos-pos strategis.

    Misalnya dengan menempatkan pemuda menjadi tim kampanye kreatif, juru kampanye milenial atau bahkan mendorong pemuda untuk ikut menjadi salah satu peserta proses politik lima tahunan tersebut.

    Hal tersebut penting dilakukan apalagi menjelang bonus demografi yang akan terjadi beberapa tahun mendatang. Toh, kaum muda Kebumen sudah terbukti mempunyai kreatifitas dan semangat yang luar biasa.

    Banyak pemuda Kebumen yang berhasil mengelola tempat wisata, mengelola usaha kreatif, atau bahkan mengelola klub olah raga bertaraf nasional.
    Disamping itu, ide kreatif pemuda juga sudah terbukti mampu membuat orang tertarik untuk terlibat dalam proses politik dan pembangunan. Tujuannya satu, meningkatkan kesejahteraan “Wong Bumen”.(*)

    Aris Setiawan Yodi
    Warga Desa Redisari, Kecamatan Rowokele
    Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik, Universitas Indonesia