Kategori: Pansela

  • Satgas Pangan Cek Harga Beras di Kebumen, Pasokan dan Stok Dipastikan Mencukupi

    Satgas Pangan Cek Harga Beras di Kebumen, Pasokan dan Stok Dipastikan Mencukupi

    Satgas Pangan Polres Kebumen bersama instansi terkait saat pemantauan beras, Kamis (8/10/2026). 


    KEBUMEN, Pansela.co 
    – Satgas Pangan Polres Kebumen bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan instansi terkait memastikan harga beras di Kabupaten Kebumen masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Adapun stok di tingkat pasar, ritel modern hingga penggilingan padi dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

    Pemantauan harga, stok, dan distribusi beras tersebut dilakukan pada Kamis (8/10/2026). Tim menyambangi sejumlah titik, yakni Pasar Tumenggungan Kebumen, ritel modern Jadi Baru Kebumen, serta penggilingan padi UD Sutrimo.

    Petugas mengecek langsung harga beras yang beredar di tingkat pedagang dan ritel modern. Hasil pemantauan menunjukkan harga masih berada dalam ketentuan HET yang ditetapkan pemerintah.

    BACA JUGA: AKBP Rachmad C Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, Lanjutkan Program Kapolres Sebelumnya

    Selain harga, tim juga memeriksa ketersediaan beras di setiap mata rantai distribusi. Stok di pasar, ritel modern, maupun penggilingan padi masih tersedia dalam jumlah yang mencukupi.

    Kondisi tersebut menunjukkan pasokan beras di wilayah Kebumen masih berjalan normal. Ketersediaan stok di tingkat penggilingan juga mendukung kelancaran distribusi beras dari produsen menuju pedagang hingga konsumen.

    Kasatreskrim Polres Kebumen AKP Kanzi Fathan STr K SIK MIK MH melalui Kanit II Tipidter Satreskrim Polres Kebumen Ipda Amal Fathulloh SH menjelaskan bahwa pemantauan ini sekaligus menjadi langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi, kelangkaan, maupun kenaikan harga komoditas pangan. 

    Pemerintah bersama aparat penegak hukum terus mengawasi perkembangan harga dan ketersediaan bahan pangan strategis di daerah.

    BACA JUGA: Bulan Bahasa 2026, SMA Negeri 2 Purworejo Hadirkan Literasi Kreatif Lewat Seni dan Budaya

    Ipda Amal Fathulloh  menambahkan bahwa Satgas Pangan Polres Kebumen bersama instansi terkait akan melanjutkan pemantauan secara berkala. 

    “Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan beras tetap tersedia dan harga di tingkat konsumen tetap mengikuti ketentuan pemerintah,” tandasnya. (PDM)

  • AKBP Rachmad C Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, Lanjutkan Program Kapolres Sebelumnya

    AKBP Rachmad C Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, Lanjutkan Program Kapolres Sebelumnya

    Kapolres Kebumen AKBP Rachmad C Yusuf didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kebumen Ny Rosna Rachmad disambut dengan tradisi pedang pora, Kamis (8/10/2026). Sumber: Polres Kebumen

    KEBUMEN, Pansela.co – AKBP Rachmad C Yusuf resmi memimpin Polres Kebumen setelah menerima amanah sebagai Kapolres Kebumen dalam rangkaian serah terima jabatan, Kamis (8/10/2026). Ia menegaskan komitmennya melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui semangat kepolisian yang dekat dengan warga.

    Kedatangan AKBP Rachmad bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kebumen Ny. Rosna Rachmad di Mapolres Kebumen ditandai dengan tradisi pedang pora. Personel Polres Kebumen membentuk lorong kehormatan dari gerbang hingga halaman markas sebagai bagian dari prosesi penyambutan pejabat Kapolres yang baru.

    Setelah prosesi tersebut, AKBP Rachmad mengikuti laporan kesatuan dan Apel Kesatuan dalam rangka serah terima jabatan. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan arah kepemimpinannya di Polres Kebumen.

    “Saya sebagai Kapolres yang baru akan melanjutkan program yang sedang berjalan,” kata AKBP Rachmad.

    BACA JUGA: Bulan Bahasa 2026, SMA Negeri 2 Purworejo Hadirkan Literasi Kreatif Lewat Seni dan Budaya

    Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih Polres Kebumen menjadi modal penting untuk meneruskan pelaksanaan tugas. Ia juga menyatakan kesiapan mendukung tagline Kapolri, “polisi bersama masyarakat”, dengan memberikan perhatian terhadap kebutuhan warga, termasuk kelompok rentan.

    Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pelayanan kepolisian di wilayah hukum Polres Kebumen. AKBP Rachmad mengatakan dirinya tidak datang untuk mengubah seluruh program yang sudah berjalan, tetapi melanjutkan hal-hal yang telah dirintis dan memperkuat pelaksanaannya.

    Satu Angkatan dengan Kapolres Sebelumnya

    AKBP Rachmad memiliki hubungan personal dengan pejabat Kapolres Kebumen sebelumnya, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama. Keduanya merupakan satu angkatan di Akademi Kepolisian (Akpol).

    “Saya satu kelas di Akpol dengan AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama. Ini merupakan kehormatan bagi saya,” ujar AKBP Rachmad.

    BACA JUGA: Empat Perangkat Daerah Purworejo Raih Penghargaan Evaluasi SAKIP 2026

    Sebelum ditugaskan ke Kebumen, AKBP Rachmad menjabat Kapolres Pekalongan selama sekitar satu tahun dua bulan. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menjalankan tugas barunya sebagai pimpinan kepolisian di Kabupaten Kebumen.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada AKBP Putu atas berbagai pekerjaan yang telah diselesaikan selama memimpin Polres Kebumen.

    “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi. Banyak persoalan sudah clear,” katanya.

    AKBP Putu Tinggalkan Kebumen, Bertugas di Klaten

    Sementara itu, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan laporan kesatuan sebelum mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Kebumen. Ia selanjutnya dipercaya mengemban jabatan sebagai Wakapolresta Klaten.

    Dalam kesempatan tersebut, AKBP Putu memperkenalkan jajaran pejabat utama dan para kapolsek kepada Kapolres Kebumen yang baru. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

    “Minta doa rekan-rekan, saya menjadi Wakapolresta Klaten. Di sini kedekatan dengan rekan-rekan sangat saya rasakan,” ujarnya.

    BACA JUGA: Bupati Purworejo Lantik 40 ASN, Dua Kepala Dinas Baru Hasil Seleksi Terbuka

    AKBP Putu mengatakan berbagai persoalan selama masa kepemimpinannya dapat ditangani bersama seluruh jajaran. Ia berharap soliditas tersebut tetap terjaga dan menjadi modal bagi AKBP Rachmad dalam menjalankan tugas.

    “Saya doakan AKBP Rachmad lancar di Kebumen. Bisa menyukseskan program yang telah disiapkan,” katanya.

    Dalam arahannya pada Apel Kesatuan, Putu juga mengapresiasi pelaksanaan tugas seluruh fungsi di Polres Kebumen. Ia menyebut pelayanan anggota, termasuk personel yang bertugas di penjagaan depan Mapolres, telah berjalan dengan baik.

    “Selama 10 bulan saya memimpin di Polres Kebumen, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh anggota. Mulai dari penjagaan depan, semua fungsi, sudah cukup baik,” ujarnya.

    BACA JUGA: Di Hadapan Pelajar SMK Negeri 4 Purworejo, Bupati Yuli Hastuti Ajak Generasi Muda Melek Politik dan Bijak Bermedia Sosial

    Ia juga meminta seluruh anggota membantu Kapolres baru dan tetap menjaga nama baik institusi.

    “Saya mohon diri akan berdinas sebagai Wakapolresta Klaten. Saya mohon doanya. Saya mohon untuk membantu saudara saya, Kapolres Kebumen yang baru. Semoga rekan-rekan selalu sehat, jaga nama baik Polres Kebumen,” kata AKBP Putu.

    Serah Terima Memori Kepemimpinan

    Rangkaian pergantian kepemimpinan tersebut juga ditandai dengan penyerahan naskah memori dari pejabat lama kepada pejabat baru. Dokumen tersebut menjadi bagian dari proses serah terima tugas dan tanggung jawab di lingkungan Polres Kebumen.

    Dengan pergantian tersebut, AKBP Rachmad C Yusuf resmi melanjutkan kepemimpinan Polres Kebumen. Fokusnya ke depan mencakup kesinambungan program yang telah berjalan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan hubungan polisi dengan masyarakat, serta pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Kebumen. (PDM)

  • Bulan Bahasa 2026, SMA Negeri 2 Purworejo Hadirkan Literasi Kreatif Lewat Seni dan Budaya

    Bulan Bahasa 2026, SMA Negeri 2 Purworejo Hadirkan Literasi Kreatif Lewat Seni dan Budaya

    Para pelajar SMA Negeri 2 Purworejo foto bersama usai mengikuti perlombaan dalam rangkaian Bulan Bahasa 2026, Rabu (7/10/2026). 


    PURWOREJO, Pansela.co  – 
    SMA Negeri 2 Purworejo menggelar puncak Bulan Bahasa 2026 melalui tema “GELORA: Gerakan Literasi Olah Rasa” di lingkungan sekolah, Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00-15.00 WIB itu melibatkan seluruh warga sekolah dan menghadirkan berbagai bentuk ekspresi literasi, mulai dari monolog, film pendek, spelling bee hingga pementasan ketoprak oleh para guru.

    Sebanyak 221 peserta mengikuti berbagai perlombaan dalam rangkaian Bulan Bahasa tersebut. Sekolah mengemas kegiatan tidak hanya sebagai peringatan bahasa dan sastra, tetapi juga sebagai ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berkreasi, sekaligus membangun karakter melalui karya.

    Kepala SMA Negeri 2 Purworejo, Drs Sukisno MMPd menekankan bahwa Bulan Bahasa harus memiliki dampak lebih luas daripada sekadar kegiatan tahunan.

    BACA JUGA: Empat Perangkat Daerah Purworejo Raih Penghargaan Evaluasi SAKIP 2026

    Menurutnya, momentum tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkuat budaya literasi sekaligus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa Indonesia. Di sisi lain, sekolah juga mendorong peserta didik mengenal dan menguasai bahasa asing sebagai bekal menghadapi lingkungan yang semakin terbuka dan global.

    Konsep GELORA memperluas pemahaman mengenai literasi. Sekolah tidak hanya menempatkan literasi sebagai aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga menghubungkannya dengan kemampuan mengolah rasa, membangun kreativitas, berkomunikasi, dan menghasilkan karya.

    Monolog hingga Spelling Bee

    Ketua Panitia Bulan Bahasa SMA Negeri 2 Purworejo, Abi Wisnu, turut mengoordinasikan rangkaian kegiatan yang melibatkan siswa dan guru.

    Agenda puncak diawali dengan upacara pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars SMA Negeri 2 Purworejo, doa, serta sambutan kepala sekolah dan ketua panitia.

    BACA JUGA: Bupati Purworejo Lantik 40 ASN, Dua Kepala Dinas Baru Hasil Seleksi Terbuka

    Berbagai pertunjukan kemudian mewarnai kegiatan. Siswa menampilkan monolog dan film pendek sebagai media untuk menuangkan gagasan dan kreativitas. Sementara itu, final spelling bee menjadi arena bagi peserta untuk menguji kemampuan penguasaan kosakata dan bahasa.

    Ragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sekolah mengembangkan pendekatan literasi melalui berbagai medium. Bahasa tidak hanya dipelajari sebagai materi akademik, tetapi juga digunakan sebagai sarana berekspresi dan berkomunikasi.

    25 Guru Pentaskan Ketoprak Ande-Ande Lumut

    Salah satu atraksi yang mencuri perhatian dalam puncak Bulan Bahasa 2026 adalah pementasan ketoprak “Ande-Ande Lumut” yang melibatkan 25 guru SMA Negeri 2 Purworejo.

    Keterlibatan guru dalam pertunjukan seni tradisional tersebut memperluas peran pendidik dalam gerakan literasi. Guru tidak hanya mendampingi siswa dalam proses pembelajaran, tetapi ikut terlibat dalam aktivitas seni dan budaya sebagai bagian dari pembentukan ekosistem literasi di sekolah.

    BACA JUGA: AKBP Rachmad C Yusuf Jadi Kapolres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten

    Pementasan Ande-Ande Lumut juga menjadi media untuk mengenalkan cerita rakyat dan tradisi seni pertunjukan kepada generasi muda. Melalui cerita dan dialog dalam ketoprak, siswa mendapatkan pengalaman literasi yang berpadu dengan nilai budaya.

    Kehadiran 25 guru dalam pementasan sekaligus menunjukkan bahwa gerakan GELORA menyasar seluruh unsur sekolah. Literasi menjadi aktivitas bersama yang melibatkan siswa, guru, dan warga sekolah lainnya.

    Duta Literasi 2026/2027 Dikukuhkan

    Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan penyematan Duta Literasi SMA Negeri 2 Purworejo periode 2026/2027.

    Para duta tersebut diharapkan menjadi penggerak budaya literasi di lingkungan sekolah. Mereka memiliki peran untuk mendorong siswa membaca, menulis, menghasilkan karya, serta membangun komunikasi yang positif.

    BACA JUGA: Jelang Porprov Jateng 2026, Wabup Purworejo Minta Atlet Fokus dan Solid Raih Prestasi

    Melalui GELORA, SMA Negeri 2 Purworejo menempatkan literasi sebagai bagian dari aktivitas pendidikan yang lebih luas. Sekolah menggabungkan kemampuan berbahasa dengan seni, budaya, kompetisi, kreativitas, dan penguatan karakter.

    Konsep tersebut menegaskan bahwa literasi tidak berhenti pada kemampuan memahami teks. Literasi juga mencakup kemampuan mengolah gagasan dan perasaan, berkomunikasi, menciptakan karya, serta menggunakan pengetahuan secara positif dalam kehidupan sehari-hari. (JOE)

  • Empat Perangkat Daerah Purworejo Raih Penghargaan Evaluasi SAKIP 2026

    Empat Perangkat Daerah Purworejo Raih Penghargaan Evaluasi SAKIP 2026

    Pimpinan perangkat daerah yang meraih penghargaan foto bersama dengan Bupati Purworejo,  Kamis (8/10/2026).

    PURWOREJO, Pansela.co – Empat perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Purworejo meraih penghargaan atas capaian terbaik dalam evaluasi implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) Kabupaten Purworejo 2026 di Hotel Novotel YIA Kulon Progo, Kamis (8/10/2026).

    Kegiatan yang berlangsung selama 7-8 Oktober 2026 itu diselenggarakan Inspektorat Daerah Kabupaten Purworejo. Bupati Purworejo Yuli Hastuti membuka rangkaian Larwasda sekaligus menyampaikan apresiasi kepada perangkat daerah yang terus meningkatkan kinerja dan akuntabilitas pemerintahan.

    “Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah atas upaya peningkatan kinerja. Saya berharap melalui Larwasda ini, kita semakin mampu mewujudkan pemerintahan yang bersih, akuntabel, produktif, dan tepercaya, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Yuli Hastuti.

    Disdukcapil Raih Nilai Tertinggi

    Dalam evaluasi SAKIP 2026, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Purworejo menempati peringkat pertama dengan nilai 87,01 dan predikat Memuaskan.

    Posisi kedua diraih Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian dengan nilai 86,06, yang juga memperoleh predikat Memuaskan.

    BACA JUGA: Bupati Purworejo Lantik 40 ASN, Dua Kepala Dinas Baru Hasil Seleksi Terbuka

    Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menempati peringkat ketiga dengan nilai 82,00. Adapun Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) berada di posisi keempat dengan nilai 80,36.

    Keempat perangkat daerah tersebut sama-sama memperoleh predikat Memuaskan dalam evaluasi implementasi SAKIP 2026.

    Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Purworejo memperkuat sistem akuntabilitas kinerja, terutama dalam memastikan perencanaan, pelaksanaan program, pengukuran kinerja, hingga hasil pembangunan memiliki keterkaitan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Wabup Minta Rekomendasi Larwasda Ditindaklanjuti

    Rangkaian Larwasda Purworejo 2026 kemudian ditutup Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut terhadap hasil evaluasi dan rekomendasi yang diberikan selama kegiatan.

    Menurut Dion, hasil pengawasan tidak akan memberikan dampak apabila perangkat daerah tidak menjalankan rekomendasi yang telah disusun.

    “Kalau tidak ada tindak lanjut ya percuma, kunci keberhasilannya ada di perangkat daerah. Rekomendasinya bagus sekali, tetapi kalau tidak jalan, maka dampaknya tidak akan bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

    BACA JUGA: Di Hadapan Pelajar SMK Negeri 4 Purworejo, Bupati Yuli Hastuti Ajak Generasi Muda Melek Politik dan Bijak Bermedia Sosial

    Larwasda menjadi salah satu instrumen pengawasan untuk mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan daerah. Karena itu, penghargaan atas capaian SAKIP tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi dorongan bagi perangkat daerah untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik.

    Pemkab Purworejo selanjutnya diharapkan dapat memastikan hasil evaluasi dan rekomendasi Larwasda masuk dalam langkah perbaikan konkret pada masing-masing perangkat daerah, sehingga peningkatan akuntabilitas kinerja berujung pada manfaat yang terukur bagi masyarakat. (JOE)

  • Bupati Purworejo Lantik 40 ASN, Dua Kepala Dinas Baru Hasil Seleksi Terbuka

    Bupati Purworejo Lantik 40 ASN, Dua Kepala Dinas Baru Hasil Seleksi Terbuka

    Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Selasa (6/10/2026). 

    PURWOREJO, Pansela.co – Bupati Purworejo Yuli Hastuti melantik dan mengambil sumpah/janji 40 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengisi sejumlah jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo, Selasa (6/10/2026). Dalam pelantikan tersebut, Pemkab Purworejo juga menetapkan dua pejabat hasil seleksi terbuka untuk memimpin organisasi perangkat daerah strategis.

    Pelantikan mencakup Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, administrator, pengawas, pejabat fungsional, serta pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

    Dua pejabat yang menempati posisi JPT Pratama yakni Heru Agung Prastowo, S.Kep., Ns., M.M. sebagai Kepala Dinas Kesehatan Daerah dan Eko Setyo Husodo, S.STP., M.M. sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan.

    BACA JUGA: Di Hadapan Pelajar SMK Negeri 4 Purworejo, Bupati Yuli Hastuti Ajak Generasi Muda Melek Politik dan Bijak Bermedia Sosial

    Heru sebelumnya menjabat Kepala Bagian Sekretariat RSUD RAA Tjokronegoro. Sementara Eko sebelumnya bertugas sebagai Camat Grabag. Keduanya memperoleh jabatan tersebut setelah mengikuti proses seleksi terbuka JPT Pratama yang telah diselesaikan Pemkab Purworejo.

    Bupati Tekankan Amanah Jabatan

    Dalam arahannya, Yuli Hastuti menegaskan bahwa pelantikan ASN bukan sekadar proses administratif atau perubahan posisi dalam struktur birokrasi. Menurutnya, jabatan membawa tanggung jawab untuk memastikan pemerintahan berjalan dan masyarakat memperoleh pelayanan secara optimal.

    “Pelantikan ini bukan sekadar perubahan kedudukan atau status kepegawaian, tetapi merupakan amanah untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Yuli.

    Bupati mengatakan tuntutan masyarakat terhadap pemerintah terus berkembang. Warga kini mengharapkan layanan publik yang cepat, sederhana, terbuka, serta mampu merespons kebutuhan secara tepat.

    BACA JUGA: 750 Pelajar SMK YPP Purworejo Dibekali Cara Hadapi Penipuan Online dan Kejahatan Siber

    Kondisi tersebut, lanjutnya, menuntut ASN meningkatkan kapasitas dan beradaptasi dengan perubahan. Pemanfaatan teknologi serta penguatan kerja sama antarorganisasi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

    Yuli mengingatkan seluruh ASN agar menerapkan nilai dasar BerAKHLAK, yang meliputi berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

    Pesan untuk PNS Baru

    Khusus bagi CPNS yang resmi diangkat menjadi PNS, Yuli meminta mereka menjadikan momentum tersebut sebagai awal pengabdian dengan menjunjung profesionalisme dan integritas.

    “Khusus kepada Saudara-saudara yang baru diangkat menjadi PNS, jadikan momentum ini sebagai awal untuk membangun pengabdian yang profesional, disiplin, dan berintegritas. Terus belajar dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

    Pelantikan 40 ASN tersebut sekaligus menjadi bagian dari penataan sumber daya aparatur di lingkungan Pemkab Purworejo. Pemerintah daerah berupaya menempatkan aparatur berdasarkan kompetensi serta kebutuhan organisasi agar pelaksanaan program pemerintahan berjalan lebih efektif.

    BACA JUGA: 8.000 Pelari Ramaikan Malioboro Run 2026, Rute Baru Jelajahi Ikon Sejarah Yogyakarta

    Yuli berharap pejabat dan ASN yang baru dilantik mampu menerjemahkan tanggung jawab tersebut melalui kinerja yang profesional, inovasi, serta pelayanan publik yang semakin responsif.

    “Mari kita jalankan amanah ini dengan integritas, inovasi, dan semangat pelayanan, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Purworejo BERSERI: Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif,” pungkasnya.

    Dengan pengisian sejumlah jabatan tersebut, Pemkab Purworejo diharapkan semakin memiliki dukungan aparatur yang mampu menjawab kebutuhan organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (JOE)

  • Di Hadapan Pelajar SMK Negeri 4 Purworejo, Bupati Yuli Hastuti Ajak Generasi Muda Melek Politik dan Bijak Bermedia Sosial

    Di Hadapan Pelajar SMK Negeri 4 Purworejo, Bupati Yuli Hastuti Ajak Generasi Muda Melek Politik dan Bijak Bermedia Sosial

    Para guru dan siswa SMK Negeri 4 Purworejo foto bersama dengan Bupati Yuli Hastuti, Selasa (6/10/2026).  

    PURWOREJO, Pansela.co – Bupati Purworejo Yuli Hastuti mendorong generasi muda memahami politik secara lebih luas, tidak hanya sebatas Pemilu. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Generasi Muda di SMK Negeri 4 Purworejo, Selasa (6/10/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Purworejo memperkuat pemahaman demokrasi, kesadaran sebagai warga negara, serta karakter generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

    Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya anggota DPRD Kabupaten Purworejo Roni Sumhastomo dan Alvin Ma’ruf Pratama, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Purworejo Puguh Trihatmoko, serta perwakilan Bawaslu Kabupaten Purworejo Widya Astuti.

    BACA JUGA: AKBP Rachmad C Yusuf Jadi Kapolres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten 

    Dalam arahannya, Yuli Hastuti mengatakan pendidikan politik perlu diberikan kepada generasi muda sejak dini. Menurutnya, politik mencakup pemahaman terhadap hak dan kewajiban warga negara serta kemampuan berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.

    “Pendidikan politik penting bagi generasi muda. Politik tidak hanya berkaitan dengan Pemilu, tetapi juga dengan bagaimana kita memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, serta ikut berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi,” kata Yuli.

    Selain pemahaman politik, Bupati menyoroti tantangan generasi muda di era digital. Kemudahan mengakses dan menyebarkan informasi, menurutnya, harus diimbangi dengan kemampuan memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

    “Di era digital, berbagai informasi begitu mudah kita terima dan sebarkan. Karena itu, saya berpesan agar kalian tidak mudah percaya pada setiap informasi. Periksa kebenarannya sebelum menyebarkan. Gunakan media sosial secara bijak dan tetap santun dalam menyampaikan pendapat,” tegasnya.

    BACA JUGA: Jelang Porprov Jateng 2026, Wabup Purworejo Minta Atlet Fokus dan Solid Raih Prestasi

    Yuli juga mengajak para pelajar membangun budaya demokrasi melalui lingkungan sekolah. Partisipasi dalam organisasi dan kegiatan sekolah, keberanian menyampaikan gagasan, serta kesediaan menghargai pandangan berbeda dinilai menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter.

    “Sebagai generasi muda, kalian memiliki peran penting bagi masa depan Purworejo. Mulailah dari hal-hal sederhana: aktif dalam kegiatan sekolah, berani menyampaikan gagasan, mau mendengarkan pendapat orang lain, serta ikut menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif. Mari menjadi generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

    Melalui sosialisasi pendidikan politik tersebut, Pemkab Purworejo mendorong tumbuhnya pemahaman politik yang sehat di kalangan pelajar. Edukasi juga diarahkan untuk membangun etika berdemokrasi, kemampuan menyaring informasi, serta partisipasi generasi muda dalam kehidupan sosial dan pemerintahan. (JOE)

  • AKBP Rachmad C Yusuf Jadi Kapolres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten

    AKBP Rachmad C Yusuf SIK MSi secara resmi menjabat sebagai Kapolres Kebumen. Sumber: Polres Kebumen.

    KEBUMEN, Pansela.co – AKBP Rachmad C Yusuf SIK MSi secara resmi menjabat sebagai Kapolres Kebumen yang baru menggantikan AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama SIK. Serah terima jabatan berlangsung di Mapolda Jateng, Selasa (6/10/2026) dengan dipimpin oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan.

    AKBP Rachmad C Yusuf sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Pekalongan.  Sedangkan  AKBP I Putu Bagus Krisna Nusantara  mendapatkan penugasan baru sebagai Wakapolresta Klaten.

    Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyebutkan bahwa pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari rotasi di tubuh Polri yang bertujuan menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus memberikan kesempatan kepada personel untuk memperluas pengalaman melalui penugasan di wilayah berbeda.

    “Rotasi juga menjadi bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi. Melalui pergantian pimpinan, Polri berupaya memastikan setiap satuan kewilayahan tetap mampu menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum secara optimal,” ujarnya.

    BACA JUGA: Jelang Porprov Jateng 2026, Wabup Purworejo Minta Atlet Fokus dan Solid Raih Prestasi

    Sebagai Kapolres Kebumen yang baru, AKBP Rachmad dihadapkan pada karakteristik wilayah yang memiliki beragam tantangan keamanan, mulai dari menjaga ketertiban masyarakat hingga membangun komunikasi dan kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat.

    Pengalaman memimpin Polres Pekalongan diharapkan membantu beradaptasi dengan cepat sekaligus meneruskan program pelayanan yang telah berjalan di Polres Kebumen. Kepemimpinan baru tersebut juga diarahkan untuk memperkuat implementasi kebijakan Kapolri yang mengusung semangat “Polisi bersama masyarakat”.

    Di sisi lain, penugasan AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama sebagai Wakapolresta Klaten menjadi kelanjutan kariernya di lingkungan kepolisian sekaligus membawa pengalaman selama memimpin Polres Kebumen ke satuan kerja yang baru.

    BACA JUGA: Skor JDIH DPRD Purworejo Melonjak dari 19 Jadi 93, Target Berikutnya Nilai 100

    Rotasi kepemimpinan di dua wilayah tersebut diharapkan memberikan penyegaran dalam pengelolaan organisasi. Setiap pejabat baru dituntut memahami karakter wilayah, memetakan persoalan keamanan, serta menyesuaikan strategi pelayanan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

    Dengan pergantian tersebut, Polres Kebumen memasuki fase kepemimpinan baru di bawah AKBP Rachmad C Yusuf dengan agenda utama menjaga stabilitas keamanan, memperkuat kemitraan dengan masyarakat, dan memastikan pelayanan kepolisian berjalan efektif. ***

  • Jelang Porprov Jateng 2026, Wabup Purworejo Minta Atlet Fokus dan Solid Raih Prestasi

    Jelang Porprov Jateng 2026, Wabup Purworejo Minta Atlet Fokus dan Solid Raih Prestasi

    Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menyampaikan sambutan saat  final checking kontingen Porprov Jateng 2026, Selasa (6/10/2026).

    PURWOREJO, Pansela.co – Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi meminta seluruh atlet dan tim pendukung Kontingen Purworejo menjaga kekompakan serta fokus menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Pesan tersebut disampaikan dalam rapat final checking kontingen yang digelar KONI Kabupaten Purworejo di Pendopo Hotel Ganesha Purworejo, Selasa (6/10/2026).

    Dion yang juga menjabat Ketua Kontingen Purworejo menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung atlet selama menjalani pertandingan. Ia meminta seluruh unsur kontingen tidak terbebani persoalan di luar aspek teknis pertandingan.

    “Ekosistem atlet kita di sana itu menjadi sebuah ekosistem yang 100 persen support mereka untuk bertanding. Jangan kita pusingkan dengan faktor-faktor non-teknis,” ujar Dion.

    BACA JUGA: BPR BKK Korwil Kedu Perkuat Persiapan Konsolidasi Menuju PT BPR Satu Jateng

    Menurut Dion, kesiapan atlet tidak hanya ditentukan kemampuan teknis dan fisik. Dukungan tim, kekompakan, serta suasana yang kondusif juga menjadi bagian penting agar atlet dapat tampil maksimal ketika memasuki arena pertandingan.

    Ia sekaligus mengapresiasi kerja KONI Kabupaten Purworejo yang telah menyiapkan kontingen menjelang pelaksanaan Porprov Jateng 2026. Dion berharap persiapan yang telah dilakukan dapat berujung pada peningkatan prestasi atlet Purworejo.

    Dion meminta para atlet tidak menjadikan target sebagai beban, tetapi menjadikannya sebagai motivasi untuk memberikan performa terbaik.

    “Target kita tentu memberikan yang terbaik untuk Purworejo. Jaga kekompakan, sportivitas, dan semangat selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan,” katanya.

    Purworejo Turunkan 149 Atlet

    Ketua KONI Kabupaten Purworejo Muhamad Abdullah dalam kesempatan tersebut memaparkan kesiapan teknis Kontingen Purworejo. Ia menyebut Porprov Jawa Tengah 2026 akan memperlombakan 66 cabang olahraga (cabor) dan empat cabor eksibisi.

    Dari seluruh cabang yang dipertandingkan, panitia menyiapkan 830 nomor pertandingan untuk memperebutkan medali.

    BACA JUGA: Skor JDIH DPRD Purworejo Melonjak dari 19 Jadi 93, Target Berikutnya Nilai 100

    Kontingen Purworejo akan berpartisipasi dalam 26 cabang olahraga dan satu cabor eksibisi. Sebanyak 149 atlet akan memperkuat Purworejo, dengan dukungan 57 pelatih dan official.

    “Untuk Purworejo mengikuti 26 cabang olahraga dan satu cabor eksibisi. Pada ajang kompetisi ini, Purworejo menurunkan 149 atlet, didampingi 57 pelatih dan official,” ujar Muhamad Abdullah.

    Dengan komposisi tersebut, persiapan akhir menjadi penting untuk memastikan seluruh kebutuhan kontingen, mulai dari kesiapan atlet, pelatih, official, hingga koordinasi selama pelaksanaan pertandingan.

    Porprov Jateng Digelar di Semarang Raya

    Rapat final checking menjadi tahapan akhir sebelum Kontingen Purworejo bertolak dan mengikuti rangkaian kompetisi olahraga tingkat Jawa Tengah.

    Porprov Jateng 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Oktober 2026 di wilayah Semarang Raya. Para atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah akan bersaing dalam puluhan cabang olahraga untuk memperebutkan medali sekaligus mengukir prestasi bagi daerah masing-masing.

    BACA JUGA: 8.000 Pelari Ramaikan Malioboro Run 2026, Rute Baru Jelajahi Ikon Sejarah Yogyakarta

    Bagi Purworejo, ajang tersebut menjadi momentum untuk menguji hasil pembinaan atlet sekaligus mengukur kemampuan daerah dalam persaingan olahraga tingkat provinsi.

    Kekompakan kontingen, kesiapan teknis, sportivitas, dan kemampuan atlet menjaga fokus selama pertandingan akan menjadi bagian penting dalam upaya Purworejo mencapai target prestasi yang telah ditetapkan. (JOE)

  • Skor JDIH DPRD Purworejo Melonjak dari 19 Jadi 93, Target Berikutnya Nilai 100

    Skor JDIH DPRD Purworejo Melonjak dari 19 Jadi 93, Target Berikutnya Nilai 100

    Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Agus Aris Setiadi menerima penghargaan dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Senin (5/10/2026).

    PURWOREJO, Pansela.co – Sekretariat DPRD Kabupaten Purworejo berhasil meningkatkan skor pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dari 19 menjadi 93. Atas peningkatan tersebut, Sekretariat DPRD Purworejo menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebagai instansi dengan progres terbaik dalam pemenuhan dan pengelolaan JDIH.

    Penghargaan tersebut diserahkan Ahmad Luthfi kepada Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Agus Aris Setiadi di kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (5/10/2026).

    Kenaikan skor sebesar 74 poin tersebut menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam tata kelola JDIH di lingkungan Sekretariat DPRD Purworejo. Capaian itu sekaligus menjadi hasil dari pembenahan yang dilakukan secara bersama-sama oleh jajaran terkait.

    Baca  Juga: Wisatawan Asing Makin Banyak Gunakan Kereta, Kutoarjo Catat 1.325 Pelanggan WNA

    Agus Aris Setiadi mengatakan penghargaan tersebut tidak boleh dipandang sebagai tujuan akhir. Menurutnya, capaian itu justru harus menjadi dorongan untuk menjaga konsistensi sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum.

    “Ini perjuangan kita bersama. Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi menjadi motivasi agar ke depan kita bisa lebih baik lagi,” kata Agus saat menerima penghargaan di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (5/10/2026).

    Bidik Skor JDIH 100
    Agus menyebut peningkatan nilai dari 19 menjadi 93 merupakan capaian yang cukup besar. Namun, Sekretariat DPRD Purworejo masih memiliki ruang untuk melakukan penyempurnaan agar pengelolaan JDIH semakin memenuhi standar penilaian.

    Karena itu, pihaknya memasang target untuk memperoleh nilai sempurna pada penilaian berikutnya.

    “Skor kita saat ini 93, lonjakan yang luar biasa dari skor 19. Tentunya tahun 2026 ini kami mengharapkan kita bisa mencapai skor yang sempurna, 100,” tegasnya.

    BACA JUGA: JABFest 2026 di The Ratan Yogyakarta: Satukan Seni, Literasi, dan Kritik Sosial

    Menurut Agus, evaluasi JDIH tidak semata-mata melihat aspek kelengkapan dokumentasi maupun penyediaan informasi hukum. Kepatuhan dalam proses pembentukan produk hukum daerah, terutama peraturan daerah, juga menjadi salah satu bagian penting dalam penilaian.

    Aspek tersebut selanjutnya akan menjadi perhatian Sekretariat DPRD Purworejo dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian yang telah diraih.

    JDIH Tak Sekadar Administrasi
    Pengelolaan JDIH, kata Agus, perlu diarahkan agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Informasi hukum harus tersedia secara mudah, cepat, dan transparan sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai dokumen serta informasi hukum yang dibutuhkan.

    Dengan demikian, peningkatan skor JDIH tidak hanya mencerminkan perbaikan administrasi internal. Capaian tersebut juga berkaitan dengan upaya memperkuat keterbukaan informasi hukum di lingkungan lembaga legislatif daerah.

    BACA JUGA: 8.000 Pelari Ramaikan Malioboro Run 2026, Rute Baru Jelajahi Ikon Sejarah Yogyakarta

    Agus menilai pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan lintas unsur. Sinergi diperlukan antara Sekretariat DPRD, pimpinan dan anggota DPRD, kepala daerah, hingga perangkat daerah yang berkaitan dengan pengelolaan produk dan informasi hukum.

    “Dengan motivasi yang tinggi dan kerja sama yang luar biasa dari semua unsur yang ada di Sekretariat DPRD, unsur pimpinan dan anggota DPRD, serta dukungan Bupati, Wakil Bupati dan perangkat daerah lainnya, mudah-mudahan kita bisa mencapai prestasi yang lebih baik lagi di kemudian hari,” ujarnya.

    Penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah sekaligus menjadi momentum bagi Sekretariat DPRD Purworejo untuk mempertahankan kinerja yang telah meningkat. Target skor 100 kini menjadi sasaran berikutnya. Harapannya, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan semakin baiknya tata kelola dokumentasi dan akses informasi hukum bagi masyarakat. (JOE)

  • Wisatawan Asing Makin Banyak Gunakan Kereta, Kutoarjo Catat 1.325 Pelanggan WNA

    Wisatawan Asing Makin Banyak Gunakan Kereta, Kutoarjo Catat 1.325 Pelanggan WNA

    Penumpang WNA naik kereta api dari Stasiun Kutoarjo. Foto: Istimewa

    KUTOARJO, Pansela.co – Pemandangan wisatawan mancanegara menggunakan kereta api semakin mudah ditemukan di sejumlah stasiun di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto. Di Stasiun Kutoarjo, misalnya, sebanyak 1.325 pelanggan berkewarganegaraan asing tercatat menggunakan layanan kereta api sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

    Jumlah itu meningkat sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1.058 pelanggan. Jika ditarik lebih jauh, pertumbuhan tersebut memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir.

    Pada Januari-Agustus 2022, KAI Daop 5 mencatat 773 pelanggan WNA di Stasiun Kutoarjo. Angka itu naik menjadi 919 pelanggan pada 2023 dan mencapai 1.109 pelanggan pada 2024. Setelah sedikit menurun menjadi 1.058 pelanggan pada 2025, jumlahnya kembali meningkat hingga 1.325 pelanggan pada 2026.

    Artinya, dibandingkan periode Januari-Agustus 2022, jumlah pelanggan WNA di Stasiun Kutoarjo kini telah tumbuh sekitar 71 persen.

    BACA JUGA: 8.000 Pelari Ramaikan Malioboro Run 2026, Rute Baru Jelajahi Ikon Sejarah Yogyakarta

    Angka tersebut tidak sekadar menunjukkan bertambahnya pengguna kereta api dari kalangan wisatawan asing. Di baliknya terdapat perubahan pola perjalanan wisata: wisatawan tidak hanya datang ke satu destinasi, tetapi bergerak dari satu kota ke kota lain dan membutuhkan moda transportasi yang menghubungkan berbagai tujuan.

    Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M As’ad Habibuddin, melihat pertumbuhan tersebut sebagai bagian dari semakin berkembangnya perjalanan antarkota wisatawan mancanegara.

    “Pertumbuhan pariwisata nasional membuka semakin banyak pola perjalanan antarkota bagi wisatawan asing. Kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi yang nyaman untuk mendukung mobilitas wisatawan, termasuk perjalanan menuju berbagai kota melalui Stasiun Kutoarjo,” kata As’ad.

    Kutoarjo dan Peta Baru Perjalanan Wisata

    Pertumbuhan pelanggan WNA di Kutoarjo berlangsung ketika jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia juga meningkat.

    Data Badan Pusat Statistik yang tercantum dalam bahan KAI menunjukkan terdapat 10.578.286 kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari-Agustus 2026. Angka itu naik sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 10.037.876 kunjungan.

    Kenaikan kunjungan wisatawan tersebut kemudian beririsan dengan kebutuhan konektivitas di dalam negeri. Setelah tiba di Indonesia, wisatawan membutuhkan akses untuk berpindah dari satu kawasan ke kawasan lain. Dalam konteks itulah jaringan kereta api menjadi salah satu bagian dari perjalanan mereka.

    Kutoarjo memiliki posisi penting dalam pola tersebut. Dari kawasan ini, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju sejumlah destinasi di Jawa Tengah dan sekitarnya. Salah satu yang disebut dalam catatan KAI adalah kawasan Borobudur dan destinasi wisata di sekitarnya.

    BACA JUGA: 2.625 Anggota BPD Purworejo Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan, Budi Sunaryo: Bukan Sekadar Stempel Desa

    Namun, Kutoarjo bukan satu-satunya stasiun di wilayah Daop 5 yang mencatat aktivitas pelanggan asing dalam jumlah besar.

    Sepanjang Januari-Agustus 2026, Stasiun Purwokerto berada di posisi teratas dengan 8.415 pelanggan WNA. Berikutnya Stasiun Kroya dengan 3.031 pelanggan, Sidareja 1.382 pelanggan, Kutoarjo 1.325 pelanggan, dan Cilacap 1.029 pelanggan.

    Data tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan wisatawan asing melalui jalur kereta api tersebar di sejumlah titik. Setiap stasiun memiliki karakter perjalanan dan keterhubungan dengan destinasi yang berbeda.

    Dari Dieng hingga Pangandaran

    Di Purwokerto, misalnya, jaringan kereta api menjadi salah satu akses bagi wisatawan yang hendak melanjutkan perjalanan menuju kawasan Dataran Tinggi Dieng. Kawasan tersebut menawarkan kombinasi lanskap alam dan kekayaan budaya yang menjadi bagian dari daya tarik perjalanan wisata di Jawa Tengah.

    Sementara itu, Stasiun Sidareja memiliki keterkaitan dengan mobilitas menuju kawasan Pangandaran. Kabupaten tersebut dikenal memiliki beragam destinasi wisata alam, terutama kawasan pantai yang menjadi salah satu tujuan perjalanan wisata.

    Pola berbeda terlihat di Cilacap. Aktivitas perjalanan wisatawan asing ke wilayah tersebut tidak hanya dipengaruhi destinasi wisata, tetapi juga kegiatan berskala internasional. Salah satu agenda yang disebut dalam catatan KAI adalah Hiu Selatan International Hard Enduro 8 2026.

    Dengan demikian, pergerakan pelanggan WNA melalui stasiun-stasiun Daop 5 tidak hanya berkaitan dengan satu jenis perjalanan. Pariwisata alam, budaya, destinasi sejarah, maupun kegiatan berskala internasional dapat menjadi bagian dari rangkaian perjalanan mereka.

    Wisatawan Datang dari Beragam Kawasan

    Pertumbuhan pengguna kereta api dari kalangan wisatawan asing juga berlangsung di tengah semakin beragamnya asal wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

    Pada Agustus 2026, pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara dibandingkan Agustus 2025 tercatat berasal dari sejumlah kawasan. Afrika tumbuh 14,78 persen, ASEAN 10,40 persen, Oseania 7,95 persen, Amerika 7,31 persen, Asia di luar ASEAN 6,83 persen, dan Timur Tengah 2,86 persen.

    Sementara itu, kunjungan wisatawan dari Eropa justru mengalami penurunan 3,07 persen.

    BACA JUGA: BPR BKK Korwil Kedu Perkuat Persiapan Konsolidasi Menuju PT BPR Satu Jateng

    Keragaman asal wisatawan tersebut turut memperluas kemungkinan pola perjalanan selama berada di Indonesia. Wisatawan dengan tujuan berbeda membutuhkan konektivitas yang memungkinkan mereka berpindah antarkota secara efisien.

    As’ad mengatakan data tersebut menunjukkan hubungan antara pertumbuhan kunjungan wisatawan dengan kebutuhan konektivitas antarkota.

    “Data nasional menunjukkan wisatawan datang dari berbagai kawasan dunia, sementara data KAI menunjukkan perjalanan mereka kemudian tersebar ke sejumlah kota. Hal ini menunjukkan bahwa konektivitas antarkota melalui transportasi kereta api semakin relevan dalam mendukung rangkaian perjalanan wisatawan selama berada di Indonesia,” ujarnya.

    Rekor Lima Tahun di Kutoarjo

    Jika melihat data tahunan, pertumbuhan pelanggan WNA di Stasiun Kutoarjo juga menunjukkan pola yang menarik.

    Sepanjang 2022, stasiun tersebut melayani 1.087 pelanggan WNA. Jumlah itu meningkat menjadi 1.314 pelanggan pada 2023 dan 1.619 pelanggan pada 2024. Pada 2025, jumlah pelanggan WNA secara tahunan tercatat 1.516 orang.

    Angka Januari-Agustus 2026 yang sudah mencapai 1.325 pelanggan menunjukkan bahwa aktivitas wisatawan asing di Kutoarjo tetap berada pada level tinggi meski periode pencatatan belum mencakup satu tahun penuh.

    Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pertumbuhan pelanggan WNA tidak hanya muncul sebagai fenomena sesaat. Dalam beberapa tahun terakhir, Kutoarjo terus menjadi salah satu titik perjalanan bagi wisatawan asing yang menggunakan jaringan kereta api di wilayah Daop 5.

    BACA JUGA: 18 Tim Ikuti E-Sport Polres Purworejo, Tim Petualang Raih Juara Pertama

    Bagi KAI Daop 5 Purwokerto, perkembangan itu menjadi bagian dari tantangan untuk menjaga kualitas layanan ketika karakter pelanggan semakin beragam.

    “Melalui layanan kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu, KAI Daop 5 Purwokerto terus mendukung konektivitas antarkota sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi seluruh pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara,” kata As’ad.

    Pertumbuhan tersebut pada akhirnya menempatkan stasiun bukan hanya sebagai tempat naik dan turun penumpang. Bagi wisatawan mancanegara, stasiun menjadi bagian dari rangkaian perjalanan untuk mengenali lebih banyak kota, destinasi, dan pengalaman di Indonesia.

    Kutoarjo menjadi salah satu contoh bagaimana jalur kereta api ikut mengikuti perubahan peta perjalanan wisatawan: dari sekadar perjalanan menuju sebuah kota, menjadi jaringan perjalanan yang menghubungkan berbagai tujuan di sepanjang perjalanan mereka. ***