Kategori: Pendidikan

  • Bulan Bahasa 2026, SMA Negeri 2 Purworejo Hadirkan Literasi Kreatif Lewat Seni dan Budaya

    Bulan Bahasa 2026, SMA Negeri 2 Purworejo Hadirkan Literasi Kreatif Lewat Seni dan Budaya

    Para pelajar SMA Negeri 2 Purworejo foto bersama usai mengikuti perlombaan dalam rangkaian Bulan Bahasa 2026, Rabu (7/10/2026). 


    PURWOREJO, Pansela.co  – 
    SMA Negeri 2 Purworejo menggelar puncak Bulan Bahasa 2026 melalui tema “GELORA: Gerakan Literasi Olah Rasa” di lingkungan sekolah, Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00-15.00 WIB itu melibatkan seluruh warga sekolah dan menghadirkan berbagai bentuk ekspresi literasi, mulai dari monolog, film pendek, spelling bee hingga pementasan ketoprak oleh para guru.

    Sebanyak 221 peserta mengikuti berbagai perlombaan dalam rangkaian Bulan Bahasa tersebut. Sekolah mengemas kegiatan tidak hanya sebagai peringatan bahasa dan sastra, tetapi juga sebagai ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berkreasi, sekaligus membangun karakter melalui karya.

    Kepala SMA Negeri 2 Purworejo, Drs Sukisno MMPd menekankan bahwa Bulan Bahasa harus memiliki dampak lebih luas daripada sekadar kegiatan tahunan.

    BACA JUGA: Empat Perangkat Daerah Purworejo Raih Penghargaan Evaluasi SAKIP 2026

    Menurutnya, momentum tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkuat budaya literasi sekaligus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa Indonesia. Di sisi lain, sekolah juga mendorong peserta didik mengenal dan menguasai bahasa asing sebagai bekal menghadapi lingkungan yang semakin terbuka dan global.

    Konsep GELORA memperluas pemahaman mengenai literasi. Sekolah tidak hanya menempatkan literasi sebagai aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga menghubungkannya dengan kemampuan mengolah rasa, membangun kreativitas, berkomunikasi, dan menghasilkan karya.

    Monolog hingga Spelling Bee

    Ketua Panitia Bulan Bahasa SMA Negeri 2 Purworejo, Abi Wisnu, turut mengoordinasikan rangkaian kegiatan yang melibatkan siswa dan guru.

    Agenda puncak diawali dengan upacara pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars SMA Negeri 2 Purworejo, doa, serta sambutan kepala sekolah dan ketua panitia.

    BACA JUGA: Bupati Purworejo Lantik 40 ASN, Dua Kepala Dinas Baru Hasil Seleksi Terbuka

    Berbagai pertunjukan kemudian mewarnai kegiatan. Siswa menampilkan monolog dan film pendek sebagai media untuk menuangkan gagasan dan kreativitas. Sementara itu, final spelling bee menjadi arena bagi peserta untuk menguji kemampuan penguasaan kosakata dan bahasa.

    Ragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sekolah mengembangkan pendekatan literasi melalui berbagai medium. Bahasa tidak hanya dipelajari sebagai materi akademik, tetapi juga digunakan sebagai sarana berekspresi dan berkomunikasi.

    25 Guru Pentaskan Ketoprak Ande-Ande Lumut

    Salah satu atraksi yang mencuri perhatian dalam puncak Bulan Bahasa 2026 adalah pementasan ketoprak “Ande-Ande Lumut” yang melibatkan 25 guru SMA Negeri 2 Purworejo.

    Keterlibatan guru dalam pertunjukan seni tradisional tersebut memperluas peran pendidik dalam gerakan literasi. Guru tidak hanya mendampingi siswa dalam proses pembelajaran, tetapi ikut terlibat dalam aktivitas seni dan budaya sebagai bagian dari pembentukan ekosistem literasi di sekolah.

    BACA JUGA: AKBP Rachmad C Yusuf Jadi Kapolres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten

    Pementasan Ande-Ande Lumut juga menjadi media untuk mengenalkan cerita rakyat dan tradisi seni pertunjukan kepada generasi muda. Melalui cerita dan dialog dalam ketoprak, siswa mendapatkan pengalaman literasi yang berpadu dengan nilai budaya.

    Kehadiran 25 guru dalam pementasan sekaligus menunjukkan bahwa gerakan GELORA menyasar seluruh unsur sekolah. Literasi menjadi aktivitas bersama yang melibatkan siswa, guru, dan warga sekolah lainnya.

    Duta Literasi 2026/2027 Dikukuhkan

    Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan penyematan Duta Literasi SMA Negeri 2 Purworejo periode 2026/2027.

    Para duta tersebut diharapkan menjadi penggerak budaya literasi di lingkungan sekolah. Mereka memiliki peran untuk mendorong siswa membaca, menulis, menghasilkan karya, serta membangun komunikasi yang positif.

    BACA JUGA: Jelang Porprov Jateng 2026, Wabup Purworejo Minta Atlet Fokus dan Solid Raih Prestasi

    Melalui GELORA, SMA Negeri 2 Purworejo menempatkan literasi sebagai bagian dari aktivitas pendidikan yang lebih luas. Sekolah menggabungkan kemampuan berbahasa dengan seni, budaya, kompetisi, kreativitas, dan penguatan karakter.

    Konsep tersebut menegaskan bahwa literasi tidak berhenti pada kemampuan memahami teks. Literasi juga mencakup kemampuan mengolah gagasan dan perasaan, berkomunikasi, menciptakan karya, serta menggunakan pengetahuan secara positif dalam kehidupan sehari-hari. (JOE)

  • Di Hadapan Pelajar SMK Negeri 4 Purworejo, Bupati Yuli Hastuti Ajak Generasi Muda Melek Politik dan Bijak Bermedia Sosial

    Di Hadapan Pelajar SMK Negeri 4 Purworejo, Bupati Yuli Hastuti Ajak Generasi Muda Melek Politik dan Bijak Bermedia Sosial

    Para guru dan siswa SMK Negeri 4 Purworejo foto bersama dengan Bupati Yuli Hastuti, Selasa (6/10/2026).  

    PURWOREJO, Pansela.co – Bupati Purworejo Yuli Hastuti mendorong generasi muda memahami politik secara lebih luas, tidak hanya sebatas Pemilu. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Generasi Muda di SMK Negeri 4 Purworejo, Selasa (6/10/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Purworejo memperkuat pemahaman demokrasi, kesadaran sebagai warga negara, serta karakter generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

    Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya anggota DPRD Kabupaten Purworejo Roni Sumhastomo dan Alvin Ma’ruf Pratama, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Purworejo Puguh Trihatmoko, serta perwakilan Bawaslu Kabupaten Purworejo Widya Astuti.

    BACA JUGA: AKBP Rachmad C Yusuf Jadi Kapolres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten 

    Dalam arahannya, Yuli Hastuti mengatakan pendidikan politik perlu diberikan kepada generasi muda sejak dini. Menurutnya, politik mencakup pemahaman terhadap hak dan kewajiban warga negara serta kemampuan berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.

    “Pendidikan politik penting bagi generasi muda. Politik tidak hanya berkaitan dengan Pemilu, tetapi juga dengan bagaimana kita memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, serta ikut berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi,” kata Yuli.

    Selain pemahaman politik, Bupati menyoroti tantangan generasi muda di era digital. Kemudahan mengakses dan menyebarkan informasi, menurutnya, harus diimbangi dengan kemampuan memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

    “Di era digital, berbagai informasi begitu mudah kita terima dan sebarkan. Karena itu, saya berpesan agar kalian tidak mudah percaya pada setiap informasi. Periksa kebenarannya sebelum menyebarkan. Gunakan media sosial secara bijak dan tetap santun dalam menyampaikan pendapat,” tegasnya.

    BACA JUGA: Jelang Porprov Jateng 2026, Wabup Purworejo Minta Atlet Fokus dan Solid Raih Prestasi

    Yuli juga mengajak para pelajar membangun budaya demokrasi melalui lingkungan sekolah. Partisipasi dalam organisasi dan kegiatan sekolah, keberanian menyampaikan gagasan, serta kesediaan menghargai pandangan berbeda dinilai menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter.

    “Sebagai generasi muda, kalian memiliki peran penting bagi masa depan Purworejo. Mulailah dari hal-hal sederhana: aktif dalam kegiatan sekolah, berani menyampaikan gagasan, mau mendengarkan pendapat orang lain, serta ikut menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif. Mari menjadi generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

    Melalui sosialisasi pendidikan politik tersebut, Pemkab Purworejo mendorong tumbuhnya pemahaman politik yang sehat di kalangan pelajar. Edukasi juga diarahkan untuk membangun etika berdemokrasi, kemampuan menyaring informasi, serta partisipasi generasi muda dalam kehidupan sosial dan pemerintahan. (JOE)

  • 750 Pelajar SMK YPP Purworejo Dibekali Cara Hadapi Penipuan Online dan Kejahatan Siber

    750 Pelajar SMK YPP Purworejo Dibekali Cara Hadapi Penipuan Online dan Kejahatan Siber

     Kapolres Purworejo AKBP Erma Rahayu Kusuma Ningrum foto bersama dengan para siswa SMK YPP Purworejo di Gedung GOR Aguna YPP Purworejo, Selasa (29/9/2026).

    PURWOREJO, Pansela.co – Sekitar 750 siswa kelas X dan XI SMK Yayasan Pendidikan Pembangunan (YPP) Purworejo mendapat pembinaan mengenai keamanan digital dan pencegahan berbagai persoalan sosial yang mengancam pelajar. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Purworejo AKBP Erma Rahayu Kusuma Ningrum di Gedung GOR Aguna YPP Purworejo, Selasa (29/9/2026).

    Pembinaan dan penyuluhan itu mengangkat tema “Siswa Pelopor Kamtibmas yang Responsif, Humanis, Inovatif dan Kolaboratif.” Jajaran Polres Purworejo mengarahkan materi pada sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, mulai dari penipuan online hingga perundungan dan tawuran antarpelajar.

    Kapolres Purworejo menyoroti meningkatnya ragam modus kejahatan digital yang dapat menyasar pengguna internet usia muda. Beberapa modus yang perlu diwaspadai antara lain penipuan berkedok Video Call Sex (VCS), phone scamming, pinjaman online ilegal, serta phishing.

    BACA JUGA: Dari Daun yang Dianggap Sepele, Tiga Siswa SMAN 7 Purworejo Raih Emas di Malaysia

    Erma meminta para siswa tidak mudah memberikan informasi pribadi kepada orang lain, terutama melalui komunikasi digital. Pelajar juga diminta memeriksa identitas pengirim dan memastikan kebenaran informasi sebelum mengikuti instruksi atau melakukan transaksi.

    “Jangan mudah menyerahkan data pribadi kepada orang lain. Selalu cek dan ricek identitas pengirim maupun kebenaran informasi yang diterima,” pesan Erma.

    Ia juga meminta korban penipuan online segera mencari bantuan dan melaporkan kejadian kepada kepolisian. Pelaporan dapat dilakukan dengan mendatangi Polres Purworejo atau menghubungi layanan darurat kepolisian melalui nomor 110. Imbauan serupa berlaku bagi siswa yang mengetahui teman atau anggota keluarganya menjadi korban.

    Siswa Didorong Jadi Pelopor Kamtibmas

    Selain keamanan digital, Polres Purworejo membekali siswa dengan pesan mengenai perilaku yang dapat mendukung keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

    Para pelajar diminta menerapkan kedisiplinan, menolak praktik bullying, serta menjauhi narkoba, minuman keras, dan rokok. Mereka juga mendapat pengingat agar menggunakan media sosial secara bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh konten atau percakapan yang dapat memicu konflik.

    Keselamatan berlalu lintas dan pencegahan tawuran antarpelajar turut menjadi bagian dari pembinaan. Polres Purworejo mengingatkan bahwa persoalan yang bermula dari media sosial dapat berkembang menjadi konflik apabila tidak disikapi secara bijaksana.

    BACA JUGA: Kekeringan Jawa Barat Makin Mengkhawatirkan, Pakar UGM Dorong Pemulihan DAS

    Di tengah kondisi kemarau, Kapolres juga mengajak para siswa ikut menjaga lingkungan. Mereka diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.

    Kepala SMK YPP Purworejo, Mugi Widodo, mengapresiasi kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan itu memberikan bekal bagi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

    “Kami ucapkan terima kasih dan kegiatan ini sangat berguna bagi murid-murid kami untuk mempersiapkan dan menyongsong masa depan,” ujar Mugi.

     Kapolres Purworejo AKBP Erma Rahayu Kusuma Ningrum turun langsung memberikan sosialisasi kepada pelajar.

    Siswa Aktif Bertanya soal Penipuan Online

    Penyuluhan berlangsung interaktif. Salah seorang siswa, Wildan, mengajukan pertanyaan mengenai cara mengantisipasi penipuan online serta langkah yang perlu dilakukan ketika mengetahui kerabat menjadi korban.

    Kapolres kemudian menjawab pertanyaan tersebut dan memberikan arahan mengenai tindakan yang dapat dilakukan ketika menghadapi kasus penipuan digital.

    BACA JUGA: Seni Cowong Bolosewu Tampil Atraktif di Pantai Heppiii Kebumen, Padukan Tradisi dan Ilusi

    Kegiatan pembinaan itu ditutup dengan yel-yel bersama antara para siswa dan jajaran Polres Purworejo.

    “Pelajar hebat, siap peduli, siap menjaga, unggul masa depanku!” seru para peserta.

    Melalui kegiatan tersebut, Polres Purworejo mendorong pelajar tidak hanya memahami risiko kejahatan digital, tetapi juga berperan aktif menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif. (JOE)

  • Dari Daun yang Dianggap Sepele, Tiga Siswa SMAN 7 Purworejo Raih Emas di Malaysia

    Dari Daun yang Dianggap Sepele, Tiga Siswa SMAN 7 Purworejo Raih Emas di Malaysia

    Tiga siswa SMAN 7 Purworejo yang meraih medali emas di ajang Virtual International Breakthrough Invention, Innovation & Design Exhibition (VI-BiiDE) 2026 Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Foto: Istimewa

    PURWOREJO, Pansela.co – Tidak ada yang menduga, daun-daun di kebun dan semak-semak itu muncul inovasi yang membawa tiga siswa SMAN 7 Purworejo menembus panggung kompetisi internasional.

    Ketiganya yakni Vania Anindita Nabila Maharani (17), Khumaira Azalia Fatikhah (17), dan Dewa Nasywa Puteri Surya Negara (18), siswa kelas XII SMAN 7 Purworejo.

    Mereka berhasil meraih Medali Emas (Gold Medal) dalam ajang Virtual International Breakthrough Invention, Innovation & Design Exhibition (VI-BiiDE) 2026 Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.

    Anak-anak hebat ini membawa karya berjudul “Ecoprint Qastra as an Eco-Friendly Innovation in Supporting SDGs”. Inovasi yang mereka kembangkan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang sangat mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

    Dalam kompetisi kategori Social Science (SS) tersebut, tim SMAN 7 Purworejo ini harus bersaing dengan peserta dari belasan negara. Hingga akhirnya mereka berhasil meraih medali emas sekaligus menempati posisi pertama dalam kategori yang diikuti.

    BACA JUGA: Seni Cowong Bolosewu Tampil Atraktif di Pantai Heppiii Kebumen, Padukan Tradisi dan Ilusi

    Puncak penghargaan VI-BiiDE 2026 digelar melalui Grand Closing & Award Ceremony pada 27 Agustus 2026 di Dewan Titiwangsa, UiTM Pahang, Malaysia.

    Di balik penghargaan yang diterima, ada pesan yang ingin mereka bawa; sesuatu yang tampak sederhana di sekitar Indonesia ternyata dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki nilai jual dan mendapat apresiasi di tingkat internasional.

    “Kami coba memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar, kemudian kami olah dengan biaya murah dan rendah, namun bisa bernilai jual tinggi,” ucap Khumaira Azalia Fatikhah.

    Aira sapaan akrab Khumaira Azalia Fatikhah menjelaskan, Ecoprint menjadi pilihan karena bahan bakunya relatif mudah ditemukan. Daun-daun dari berbagai tanaman yang tumbuh di Indonesia dimanfaatkan untuk menghasilkan motif alami pada produk. 

    BACA JUGA: Polres Kebumen Edukasi Pelajar soal AI, Tekankan Bahaya Hoaks dan Jejak Digital

    Keunggulan itu justru menjadi salah satu hal yang menarik perhatian ketika mereka mempresentasikan karya di Malaysia. Menurut tim, jenis dan keragaman tumbuhan yang tersedia di Indonesia menjadi modal besar untuk mengembangkan inovasi ecoprint.

    “Dari ecoprint itu masih sangat jarang di luar negeri. Motifnya dari daun di Indonesia itu banyak, sementara di luar negeri sedikit,” katanya.

    Dalam kompetisi tersebut, mereka bahkan sempat mendapat pertanyaan mengenai ketersediaan bahan baku. 

    “Kami sempat ditanya, ini kira-kira untuk daun mudah didapat tidak. Kami jawab mudah di Indonesia karena banyak di kebun-kebun, bahkan di semak-semak yang jarang dimanfaatkan,” ujarnya.

    Pengalaman itu semakin menguatkan keyakinan mereka bahwa kekayaan flora Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan produk inovatif. 

    “Bagi kami, ecoprint bukan hanya persoalan menghasilkan motif yang menarik. Ada aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial yang coba mereka satukan dalam karya tersebut,” ucapnya.

    BACA JUGA: Wakaf Produktif Pondok Pesantren Nurmadu Kulon Progo Berbuah Melon Premium Hidroponik

    Dewa Nasywa Puteri Surya Negara menimpali, prestasi di Malaysia ini sebetulnya pengalaman kali kedua di ajang internasional yang sama. Sebelumnya, Tim SMA N 7 Purworejo juga telah berhasil meraih prestasi dalam kompetisi serupa di luar negeri. 

    “Keberhasilan VI-BiiDE 2026 ini capaian kedua bagi kami yang semakin memperkuat pengalaman kami dalam membawa inovasi sekolah ke tingkat internasional,” katanya.

    Dewa menerangkan, tahun ini fokusnya masih sama, yakni peran teknologi dan kreativitas dalam melahirkan inovasi masa depan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

    Kendati demikian, perjalanan tim menuju Malaysia tidak sepenuhnya berjalan mulus. Terlebih karena ketiganya sudah duduk di bangku kelas XII, yang sudah harus mulai mempersiapkan berbagai agenda akademik, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA).

    “Awalnya kami mantap maju, tapi di pertengahan karena sudah kelas XII ada TKA. Kalau misalnya lolos, diundang ke sana dan tabrakan dengan jadwal TKA bagaimana,” ujarnya.

    Namun setelah berkonsultasi dengan sekolah, mereka akhirnya memutuskan tetap melanjutkan perjuangan. Mantap berangkat, dengan pertimbangan jika berhenti sementara abstraknya sudah lolos.

    “Keputusan ini akhirnya terjawab, kami berujung pada penghargaan tertinggi ini. Terima kasih kepada bapak ibu guru. Menurut kami ini tradisi baik, semoga setelah kami lulus, ada yang meneruskannya,” harapannya.

    Tiga siswa SMAN 7 Purworejo saat menerima penghargaan usai meraih medali emas  di ajang Virtual International Breakthrough Invention, Innovation & Design Exhibition (VI-BiiDE) 2026 Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. (Foto: Istimewa) 

    Bawa Nama SMAN 7 Purworejo ke Panggung Internasional

    Kepala SMA N 7 Purwoejo, Hari Peni S. Pamedar, S.Si., M.Pd., M.Eng mengaku bangga atas pencapaian anak didiknya. Bagi sekolah, capaian ketiga siswa itu menjadi kebanggaan tersendiri. Mereka tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga membawa nama SMAN 7 Purworejo ke panggung internasional.

    “Kami apresiasi ketiganya dan memperkenalkan capaian tersebut kepada warga sekolah dalam upacara. Apresiasi, membawa nama besar sekolah, nama baik sekolah di kancah internasional. Mereka luar biasa,” ungkapnya.

    Ditegaskan, bagi SMAN 7 Purworejo, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut sekaligus menjadi bentuk aktualisasi pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

    Pihak sekolah terlebih dahulu melakukan proses seleksi internal sebelum menentukan siswa yang akan mengikuti kompetisi. 

    “Kami tawarkan kepada anak-anak yang mampu secara akademik, keterampilan, dan finansial, karena kegiatan ini 100 persen kegiatan mandiri dari siswa dengan dukungan orang tua,” tegasnya.

    Ketiga siswa tersebut berasal dari kelas XII IPA. Latar belakang pembelajaran rumpun IPA dinilai selaras dengan karakter kompetisi yang menuntut kemampuan riset, kreativitas, pengembangan produk, hingga presentasi.

    Keberhasilan mereka kemudian menjadi salah satu pijakan bagi sekolah untuk terus mengembangkan potensi siswa dalam bidang STEM dan memberikan ruang bagi mereka untuk mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih luas.

    BACA JUGA: Jelang HUT ke-81, KAI Ungkap Perubahan Tren Perjalanan Masyarakat Indonesia

    Dukungan orang tua, antusiasme siswa lain pun cukup besar. Namun, kesempatan mengikuti kompetisi internasional tetap melalui proses seleksi sehingga tidak semua siswa dapat berangkat. 

    Bagi mereka, medali emas di Malaysia menjadi lebih dari sekadar sebuah penghargaan. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa ide yang berangkat dari sesuatu yang sederhana dapat berkembang menjadi karya yang mendapat pengakuan di tingkat internasional.

    “Manfaat lain yang mereka rasakan tentu ada, terutama dalam perjalanan menuju perguruan tinggi. Yang jelas ini kebanggaan bagi anak-anak dan sekolah,” tandasnya.

    Dan pada akhirnya, daun-daun yang selama ini mungkin hanya dianggap sebagai bagian biasa dari lingkungan, justru menjadi bagian penting dari cerita keberhasilan mereka.

    Dari halaman, kebun, dan semak-semak di Indonesia, tiga siswa SMAN 7 Purworejo menunjukkan bahwa kekayaan alam yang sederhana dapat diolah menjadi inovasi yang bernilai, bahkan hingga menembus panggung dunia. (JOE)

  • Alfamart Bersama Kodomo Gelar Lomba Mewarnai di Kebumen, Diikuti 1.100 Anak PAUD hingga SD

    Alfamart Bersama Kodomo Gelar Lomba Mewarnai di Kebumen, Diikuti 1.100 Anak PAUD hingga SD

    Suasana lomba mewarnai yang digelar oleh Alfamart bersama Kodomo di Hotel Mexolie Kebumen, Sabtu (19/9/2026).

    KEBUMEN, Pansela.co – Alfamart bersama Kodomo menggelar lomba mewarnai di Hotel Mexolie Kebumen, Sabtu (19/9/2026). Sebanyak 1.100 anak dari jenjang PAUD, TK hingga SD dengan didampingi orang tua mengikuti lomba mewarnai tersebut.

    Sejak acara dimulai, anak-anak tampak antusias menuangkan imajinasi melalui warna. Mereka menggunakan krayon dan pensil warna untuk menyelesaikan gambar sesuai kreativitas masing-masing.

    Para orang tua turut mendampingi anak selama perlombaan. Selain memberikan dukungan, kehadiran orang tua membuat kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi antara anak dan keluarga.

    BACA JUGA: Polres Kebumen Edukasi Pelajar soal AI, Tekankan Bahaya Hoaks dan Jejak Digital

    Panitia membagi peserta berdasarkan jenjang pendidikan dan usia agar lomba sesuai dengan tahap perkembangan anak. Terdapat tiga kategori yang dipertandingkan, yakni mewarnai tingkat PAUD-TK, mewarnai untuk siswa kelas 1-3 SD, serta menggambar bagi siswa kelas 4-6 SD.

    Pembagian kategori tersebut memberikan tantangan yang berbeda bagi setiap kelompok peserta. Anak-anak juga memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengeksplorasi kreativitas melalui kegiatan seni.

    Jadi Wadah Pengembangan Kreativitas

    Salah satu orang tua peserta, Didi, mengatakan anaknya memang memiliki ketertarikan terhadap aktivitas menggambar dan mewarnai. Menurut dia, kegiatan seperti ini dapat memberikan pengalaman baru sekaligus melatih keberanian anak.

    “Anak saya memang suka menggambar dan mewarnai. Kegiatan seperti ini membuat dia lebih percaya diri dan berani mengekspresikan diri,” ujarnya.

    BACA JUGA: Krisis Air Bersih Kebumen Meluas, BPBD Sudah Salurkan 1,5 Juta Liter Air

    Hal serupa disampaikan Yeni. Ia menilai kegiatan mewarnai tidak hanya menghadirkan hiburan bagi anak, tetapi juga dapat menjadi sarana belajar di luar lingkungan sekolah.

    “Selain menyenangkan, anak juga bisa belajar dan melatih kreativitas sejak dini,” katanya.

    Selain mengikuti kompetisi, seluruh peserta memperoleh paket suvenir dari Kodomo. Panitia juga menyediakan berbagai hadiah dan doorprize, mulai dari tabungan pendidikan, emas, barang elektronik hingga voucher belanja Alfamart.

    Bagi sebagian orang tua, hasil perlombaan bukan menjadi satu-satunya tujuan. Kesempatan bagi anak untuk mengikuti kegiatan bersama teman sebaya, berani menunjukkan hasil karya, dan beradaptasi dengan lingkungan baru juga menjadi bagian dari pengalaman yang diperoleh selama acara.

    Alfamart Dorong Aktivitas Ramah Keluarga

    Marketing Manager Alfamart, Yulianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan aktivitas yang dekat dengan kebutuhan keluarga dan masyarakat.

    “Melalui kegiatan ini, Alfamart ingin menghadirkan ruang kebersamaan antara anak dan orang tua. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana edukatif yang dapat mendukung kreativitas anak,” ujarnya.

    BACA JUGA: Tiga Prodi Universitas Putra Bangsa Kebumen Raih Akreditasi Unggul

    Menurut Yulianto, penyelenggaraan kegiatan serupa di berbagai kota diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman dalam mengembangkan kreativitas melalui aktivitas yang menyenangkan.

    Kegiatan lomba mewarnai Alfamart dan Kodomo di Kebumen pun tidak hanya menghadirkan kompetisi. Aktivitas tersebut mempertemukan anak, orang tua, dan masyarakat dalam kegiatan yang menggabungkan unsur kreativitas, edukasi, serta kebersamaan keluarga. ***

  • Polres Kebumen Edukasi Pelajar soal AI, Tekankan Bahaya Hoaks dan Jejak Digital

    Polres Kebumen Edukasi Pelajar soal AI, Tekankan Bahaya Hoaks dan Jejak Digital

    Personel Polres Kebumen saat menggelar edukasi AI bagi pelajar MAN 2 Kebumen, Selasa (15/9/2026).

    KEBUMEN, Pansela.co – Polres Kebumen menggelar edukasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi pelajar di sejumlah sekolah untuk meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi sekaligus membangun kesadaran terhadap risiko konten digital. Dalam kegiatan tersebut, polisi menekankan pentingnya etika, berpikir kritis, serta kewaspadaan terhadap hoaks dan deepfake.

    Edukasi berlangsung antara lain di MAN 2 Kebumen pada Selasa (15/9/2026), serta SMK Batik Sakti 2 Kebumen sehari setelahnya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Polres Kebumen Paham AI yang dilaksanakan secara bergilir di lingkungan sekolah.

    Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan perkembangan AI memberikan banyak kemudahan bagi pelajar, mulai dari membantu mencari referensi hingga mengembangkan ide. Namun, pengguna juga perlu memahami konsekuensi dari setiap konten yang dibuat dan dibagikan.

    “AI memberikan kemudahan yang luar biasa. Tetapi kemudahan itu harus diikuti tanggung jawab. Apa yang kita buat dan sebarkan di ruang digital bisa menjadi jejak yang tidak mudah hilang,” kata AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.

    BACA JUGA: Krisis Air Bersih Kebumen Meluas, BPBD Sudah Salurkan 1,5 Juta Liter Air

    Menurutnya, pelajar dapat memanfaatkan AI untuk mendukung proses belajar. Teknologi tersebut bisa digunakan untuk mencari gagasan, memahami materi pelajaran, membuat rangkuman, mencari referensi, hingga mengembangkan kreativitas.

    Di sisi lain, AI juga mempermudah pembuatan konten hasil rekayasa. Foto, suara, maupun video dapat dimanipulasi sehingga tampak menyerupai kejadian nyata. Jika masyarakat langsung mempercayai dan menyebarkannya tanpa melakukan verifikasi, konten tersebut berpotensi merugikan pihak lain.

    Kapolres juga mengingatkan pelajar agar tidak menjadikan popularitas atau viralnya sebuah konten sebagai ukuran kebenaran informasi.

    “Kalau mendapatkan informasi, jangan hanya melihat apakah kontennya menarik atau viral. Lihat sumbernya, cek konteksnya, dan bandingkan dengan sumber lain. Jadikan sikap kritis sebagai filter,” ujarnya.

    Bekal Menghadapi Era Konten AI

    Dalam pelatihan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai dasar-dasar AI, etika penggunaan kecerdasan buatan, pemanfaatan AI untuk pembelajaran, teknik menyusun prompt, serta cara mengenali hoaks dan deepfake.

    Materi tersebut diberikan untuk membekali pelajar menghadapi perubahan pola produksi dan distribusi informasi di media sosial. Kemampuan membuat konten perlu berjalan beriringan dengan kemampuan memeriksa kebenaran informasi.

    Program Polres Kebumen Paham AI berada di bawah naungan Senopati Institut dan berkolaborasi dengan Polda Jawa Tengah. Pelaksanaan program dilakukan secara bergilir dengan menyasar sekolah-sekolah di Kabupaten Kebumen.

    Rangkaian edukasi tersebut sebelumnya telah berlangsung di sejumlah sekolah. Setiap pekan, tim trainer berpindah ke sekolah lain untuk memberikan pemahaman mengenai penggunaan AI sekaligus risiko yang muncul di ruang digital.

    BACA JUGA: Jawa Tengah Raih Peringkat Ketiga Anugerah Layanan Investasi 2026

    Kapolres mengatakan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan pengguna dalam mengambil keputusan sebelum membuat maupun menyebarkan konten.

    “Teknologinya boleh semakin pintar, tetapi manusianya juga harus semakin kritis. Gunakan AI untuk belajar dan berkembang, bukan untuk membuat atau menyebarkan informasi yang merugikan orang lain,” kata Kapolres.

    Melalui edukasi tersebut, Polres Kebumen mendorong pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang kreatif, tetapi juga mampu memeriksa informasi, memahami konteks, serta bertanggung jawab atas konten yang mereka konsumsi dan sebarkan di ruang digital. ***

  • Wakaf Produktif Pondok Pesantren Nurmadu Kulon Progo Berbuah Melon Premium Hidroponik

    Wakaf Produktif Pondok Pesantren Nurmadu Kulon Progo Berbuah Melon Premium Hidroponik

    Panen raya melon premium hasil budidaya hidroponik di Pondok Pesantren Nurul Ummah 2 Toyan, Nestiharjo, Wates, Kulon Progo, Selasa (15/9/2026). 

    KULON PROGO, Pansela.co – Pemanfaatan tanah wakaf untuk kegiatan ekonomi produktif mulai menunjukkan hasil di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pondok Pesantren Nurul Ummah 2 (Nurmadu) Toyan, Ngestiharjo, Wates, menggelar panen raya melon premium hasil budidaya hidroponik dari program wakaf produktif pada Selasa (15/9/2026).

    Program tersebut memanfaatkan lahan wakaf seluas 3.500 meter persegi yang dikelola Yayasan Pendidikan Bina Putra sebagai nadzir. Dari lahan tersebut, pengelola membangun greenhouse terpadu dengan luas sekitar 1.500 meter persegi.

    Pengembangan greenhouse berlangsung melalui kolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitulmaal Muamalat Kesejahteraan Umat (MKU) di bawah naungan Perhimpunan BMT Indonesia (PBMTI).

    BACA JUGA: Benteng Pendem Cilacap, Jejak Sejarah Kolonial yang Kini Jadi Destinasi Wisata

    Pengelola menggunakan sistem hidroponik untuk membudidayakan tiga varietas melon premium, yakni Lavender, Inthanon, dan Sweet Net. Ketiga varietas tersebut memiliki karakter buah dengan tekstur renyah dan rasa manis.

    Hasil panen kemudian masuk ke pasar komersial dengan harga sekitar Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Pengembangan komoditas hortikultura tersebut sekaligus menunjukkan pemanfaatan teknologi pertanian dalam mengoptimalkan lahan wakaf di lingkungan pesantren.

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum., mengatakan pemanfaatan tanah wakaf secara produktif dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi nadzir dan masyarakat.

    “Pemanfaatan tanah wakaf agar menjadi produktif bisa bermanfaat untuk nadzir, masyarakat, dan kita semua. Kita sengkuyung bersama-sama. Lahan kami cukup luas dan bisa dimanfaatkan untuk wakaf produktif, bahkan untuk wakaf-wakaf yang lain, tidak hanya untuk pendidikan tetapi juga untuk pengembangan ekonomi umat,” ujar Ahmad.

    BACA JUGA: Tiga Prodi Universitas Putra Bangsa Kebumen Raih Akreditasi Unggul

    Menurut dia, pengelolaan wakaf tidak harus berhenti pada pemanfaatan untuk fasilitas pendidikan. Aset wakaf juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi yang mendukung kemandirian masyarakat dan lembaga keagamaan.

    Program tersebut mendapat dukungan PBMTI yang berencana memanfaatkan jaringan BMT untuk memperluas model wakaf produktif serupa. Keberhasilan greenhouse di Kulon Progo menjadi salah satu proyek percontohan yang dapat dikembangkan melalui jaringan BMT di berbagai daerah.

    Ketua Umum PBMT Indonesia, Dra. Hj. Mursida Rambe, mengatakan kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting untuk memperluas manfaat program tersebut.

    “Bagaimana pentingnya kita berkolaborasi bersama-sama, berjamaah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan kesejahteraan. Kalau hari ini kita baru punya satu atau dua greenhouse, jika nanti ini berhasil dengan baik, tentu kita akan mengerahkan BMT yang jumlahnya 316 untuk bergerak,” tutur Mursida.

    BACA JUGA: KPK Tangkap Tangan 8 Tersangka Dugaan Suap dan Penerimaan Lainnya di Kementerian ATR/BPN: Barang Bukti Rp106,3 Miliar

    Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga memberikan apresiasi terhadap pengembangan pertanian berbasis wakaf tersebut. Pemkab menilai program itu dapat mempertemukan pemanfaatan teknologi pertanian dengan potensi ekonomi berbasis masyarakat dan lembaga keagamaan.

    Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., berharap model pengelolaan tersebut dapat diterapkan di lokasi lain, terutama pada tanah wakaf yang belum dimanfaatkan secara optimal.

    “Pemkab sangat menyambut baik program ini karena merupakan satu perbaikan ekonomi dari pilar-pilar pergerakan keumatan. Semoga wakaf produktif ini bisa berkembang dan lahan-lahan yang belum terkelola baik bisa dimanfaatkan,” pungkas Agung.

    Program wakaf produktif di Ponpes Nurmadu Toyan menjadi contoh pemanfaatan aset wakaf untuk kegiatan agribisnis. Ke depan, keberlanjutan produksi, pemasaran, serta perluasan jaringan menjadi faktor penting untuk menjaga manfaat ekonomi program bagi pesantren dan masyarakat sekitar.***

  • Tiga Prodi Universitas Putra Bangsa Kebumen Raih Akreditasi Unggul

    Tiga Prodi Universitas Putra Bangsa Kebumen Raih Akreditasi Unggul

    Rektor Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen Dr Gunarso Wiwoho SE MM saat wawancara dengan wartawan. (Ft/dok)

    KEBUMEN, Pansela.co – Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen kembali menorehkan prestasi di bidang pendidikan tinggi. Tiga program studi, yakni S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Bisnis Digital, berhasil meraih Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) dengan masa berlaku lima tahun, mulai 2026 hingga 2031.

    Capaian tersebut menjadi momentum istimewa bagi sivitas akademika UPB yang tengah memperingati Dies Natalis ke-25. Di sisi lain, keberhasilan itu semakin memperkuat posisi Kebumen sebagai salah satu daerah dengan perguruan tinggi berkualitas di Jawa Tengah.

    Rektor Universitas Putra Bangsa, Dr Gunarso Wiwoho SE MM, mengatakan predikat Akreditasi Unggul merupakan bukti bahwa tata kelola dan sistem penjaminan mutu UPB telah memenuhi standar pendidikan tinggi secara nasional.

    “Apabila peringkat kami unggul di atas kampus-kampus lain yang mungkin secara fisik lebih besar namun belum sampai unggul, artinya secara manajerial dan pengelolaan, mutu kami sudah berada di level terdepan,” ujar Gunarso saat tasyakuran perolehan tiga akreditasi unggul di Aula UPB Kebumen, Sabtu (25/7/2026).

    Acara tersebut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Putra Bangsa Prof Dr H Slamet Ahmadi MM, Pembina Yayasan Dr Hj Susanti Widhiastuti SE MM, jajaran sivitas akademika, serta tamu undangan dari unsur pemerintah daerah, sekolah, dan media.

    Gunarso menjelaskan, perjalanan UPB dimulai pada 2001 sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Putra Bangsa. Perguruan tinggi tersebut kemudian bertransformasi menjadi Universitas Putra Bangsa pada April 2021 berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 123/E/O/2021.

    Saat ini, UPB juga tengah menjalani proses reakreditasi Program Magister Manajemen (S2), Program Studi Informatika, serta reakreditasi institusi dengan target meraih predikat Akreditasi Unggul.

    Ketua Yayasan Pendidikan Putra Bangsa, Prof Dr H Slamet Ahmadi MM, menyatakan keberhasilan tiga program studi memperoleh Akreditasi Unggul menunjukkan kualitas proses pembelajaran telah diakui oleh LAMEMBA.

    Menurutnya, dari dua kategori masa berlaku Akreditasi Unggul, yakni dua tahun dan lima tahun, ketiga program studi UPB berhasil memperoleh masa berlaku maksimal selama lima tahun.

    “Dari dua kategori predikat unggul, yaitu masa berlaku dua tahun dan lima tahun, ketiga prodi di UPB berhasil mengantongi masa berlaku lima tahun penuh,” katanya.

    Ia menambahkan, capaian tersebut diraih karena UPB mampu memenuhi bahkan melampaui lebih dari 90 persen Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Dari 58 indikator penilaian, lebih dari 52 indikator memperoleh nilai di atas standar nasional.

    Siapkan SDM dan Akreditasi Internasional

    Dalam pengembangan sumber daya manusia, yayasan terus mendorong peningkatan kualifikasi dosen. Saat ini sekitar 15 dosen sedang menempuh pendidikan doktoral (S3), dengan target lebih dari 60 persen tenaga pengajar bergelar doktor dalam waktu dekat.

    BACA JUGA: Ngisor Klopo Cafe & Eatery, Destinasi Kuliner Baru di Petanahan

    Selain itu, yayasan juga menargetkan lahirnya guru besar (profesor) sebagai bagian dari persiapan pembukaan Program Doktor (S3) Manajemen dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

    “UPB juga akan membuka peluang kerja sama dan akreditasi internasional melalui lembaga global terkemuka guna memperkuat daya saing lulusan di kancah internasional,” ujar Slamet Ahmadi.

    Dengan fondasi tata kelola yang kuat, dukungan yayasan, serta strategi pengembangan berorientasi global, Universitas Putra Bangsa optimistis mewujudkan visinya menjadi perguruan tinggi unggul yang menghasilkan sumber daya manusia kompetitif dan berakhlak mulia di tingkat nasional pada 2030. ***