![]() |
| Para pelajar SMA Negeri 2 Purworejo foto bersama usai mengikuti perlombaan dalam rangkaian Bulan Bahasa 2026, Rabu (7/10/2026). |
PURWOREJO, Pansela.co – SMA Negeri 2 Purworejo menggelar puncak Bulan Bahasa 2026 melalui tema “GELORA: Gerakan Literasi Olah Rasa” di lingkungan sekolah, Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00-15.00 WIB itu melibatkan seluruh warga sekolah dan menghadirkan berbagai bentuk ekspresi literasi, mulai dari monolog, film pendek, spelling bee hingga pementasan ketoprak oleh para guru.
Sebanyak 221 peserta mengikuti berbagai perlombaan dalam rangkaian Bulan Bahasa tersebut. Sekolah mengemas kegiatan tidak hanya sebagai peringatan bahasa dan sastra, tetapi juga sebagai ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berkreasi, sekaligus membangun karakter melalui karya.
Kepala SMA Negeri 2 Purworejo, Drs Sukisno MMPd menekankan bahwa Bulan Bahasa harus memiliki dampak lebih luas daripada sekadar kegiatan tahunan.
BACA JUGA: Empat Perangkat Daerah Purworejo Raih Penghargaan Evaluasi SAKIP 2026
Menurutnya, momentum tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkuat budaya literasi sekaligus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa Indonesia. Di sisi lain, sekolah juga mendorong peserta didik mengenal dan menguasai bahasa asing sebagai bekal menghadapi lingkungan yang semakin terbuka dan global.
Konsep GELORA memperluas pemahaman mengenai literasi. Sekolah tidak hanya menempatkan literasi sebagai aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga menghubungkannya dengan kemampuan mengolah rasa, membangun kreativitas, berkomunikasi, dan menghasilkan karya.
Monolog hingga Spelling Bee
Ketua Panitia Bulan Bahasa SMA Negeri 2 Purworejo, Abi Wisnu, turut mengoordinasikan rangkaian kegiatan yang melibatkan siswa dan guru.
Agenda puncak diawali dengan upacara pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars SMA Negeri 2 Purworejo, doa, serta sambutan kepala sekolah dan ketua panitia.
BACA JUGA: Bupati Purworejo Lantik 40 ASN, Dua Kepala Dinas Baru Hasil Seleksi Terbuka
Berbagai pertunjukan kemudian mewarnai kegiatan. Siswa menampilkan monolog dan film pendek sebagai media untuk menuangkan gagasan dan kreativitas. Sementara itu, final spelling bee menjadi arena bagi peserta untuk menguji kemampuan penguasaan kosakata dan bahasa.
Ragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sekolah mengembangkan pendekatan literasi melalui berbagai medium. Bahasa tidak hanya dipelajari sebagai materi akademik, tetapi juga digunakan sebagai sarana berekspresi dan berkomunikasi.
25 Guru Pentaskan Ketoprak Ande-Ande Lumut
Salah satu atraksi yang mencuri perhatian dalam puncak Bulan Bahasa 2026 adalah pementasan ketoprak “Ande-Ande Lumut” yang melibatkan 25 guru SMA Negeri 2 Purworejo.
Keterlibatan guru dalam pertunjukan seni tradisional tersebut memperluas peran pendidik dalam gerakan literasi. Guru tidak hanya mendampingi siswa dalam proses pembelajaran, tetapi ikut terlibat dalam aktivitas seni dan budaya sebagai bagian dari pembentukan ekosistem literasi di sekolah.
BACA JUGA: AKBP Rachmad C Yusuf Jadi Kapolres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten
Pementasan Ande-Ande Lumut juga menjadi media untuk mengenalkan cerita rakyat dan tradisi seni pertunjukan kepada generasi muda. Melalui cerita dan dialog dalam ketoprak, siswa mendapatkan pengalaman literasi yang berpadu dengan nilai budaya.
Kehadiran 25 guru dalam pementasan sekaligus menunjukkan bahwa gerakan GELORA menyasar seluruh unsur sekolah. Literasi menjadi aktivitas bersama yang melibatkan siswa, guru, dan warga sekolah lainnya.
Duta Literasi 2026/2027 Dikukuhkan
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan penyematan Duta Literasi SMA Negeri 2 Purworejo periode 2026/2027.
Para duta tersebut diharapkan menjadi penggerak budaya literasi di lingkungan sekolah. Mereka memiliki peran untuk mendorong siswa membaca, menulis, menghasilkan karya, serta membangun komunikasi yang positif.
BACA JUGA: Jelang Porprov Jateng 2026, Wabup Purworejo Minta Atlet Fokus dan Solid Raih Prestasi
Melalui GELORA, SMA Negeri 2 Purworejo menempatkan literasi sebagai bagian dari aktivitas pendidikan yang lebih luas. Sekolah menggabungkan kemampuan berbahasa dengan seni, budaya, kompetisi, kreativitas, dan penguatan karakter.
Konsep tersebut menegaskan bahwa literasi tidak berhenti pada kemampuan memahami teks. Literasi juga mencakup kemampuan mengolah gagasan dan perasaan, berkomunikasi, menciptakan karya, serta menggunakan pengetahuan secara positif dalam kehidupan sehari-hari. (JOE)

















