Kategori: Utama

  • Proyek SPPG Polres Kebumen Dimulai di Mirit, Eka Baasith Targetkan Selesai 90 Hari

    Proyek SPPG Polres Kebumen Dimulai di Mirit, Eka Baasith Targetkan Selesai 90 Hari

    Proyek SPPG Polres Kebumen Dimulai di Mirit, Eka Baasith Targetkan Selesai 90 Hari
     Polres Kebumen memulai pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. (Dok. Polres Kebumen)
    KEBUMEN, Pansela.co – Kepolisian Resor (Polres) Kebumen secara resmi memulai pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Polres Kebumen tahun 2025 dengan menggelar acara doa bersama. 

    Acara ini berlangsung di lokasi pembangunan SPPG, Desa Winong, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, pada Senin, 7 Juli 2025.

    Kapolres Kebumen, AKBP Eka Baasith Syamsuri, memimpin langsung kegiatan tersebut. Kapolres menyampaikan harapan besar agar proses pembangunan berjalan lancar dan fasilitas ini dapat segera beroperasi untuk memberikan manfaat maksimal. 

    “Pembangunan SPPG ini merupakan wujud dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan pelayanan prima, khususnya dalam bidang pemenuhan gizi,” ujarnya.

    “Kami berharap, pembangunan ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan kontribusi positif,” sambung Eka Baasith Syamsuri. 

    Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakapolres Kompol Faris Budiman, para Pejabat Utama Polres Kebumen, Kapolsek jajaran wilayah timur, Camat Mirit Salam, unsur Forkompincam Mirit, serta anggota Polres Kebumen. 

    Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Kapolres, kemudian doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Sebagai bentuk rasa syukur, dilakukan pula pemotongan tumpeng.

    Pembangunan SPPG ini dijadwalkan akan berlangsung selama 90 hari kalender. Kapolres Kebumen mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mendukung kelancaran proses pembangunan demi tercapainya target yang telah ditetapkan. 

    Kehadiran SPPG diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemenuhan gizi di Kebumen, serta mendukung program pemerintah dalam pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat.

  • Dua Jenazah Wisatawan yang Dilaporkan Hilang Terseret Ombak di Kebumen, Ditemukan

    Dua Jenazah Wisatawan yang Dilaporkan Hilang Terseret Ombak di Kebumen, Ditemukan

    Dua Jenazah Wisatawan yang Dilaporkan Hilang Terseret Ombak di Kebumen, Ditemukan
    Dua Jenazah Wisatawan yang Dilaporkan Hilang Terseret Ombak di Kebumen, Ditemukan

    KEBUMEN – Sempat dilakukan pencarian, Adi Waluyo (55) warga Desa Bantarwaru, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, ditemukan meninggal dunia di Pantai Mliwis, Desa Kenoyojayan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen.

    Korban ditemukan tergeletak di tepi pantai sekitar pukul 16.00 WIB, oleh petugas Basarnas Kebumen saat melakukan penyisiran pencarian, Kamis 27 April 2023.

    Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto, korban dinyatakan hilang terbawa ombak hari Selasa 25 april 2023, sekitar pukul 15.45 WIB, saat berwisata di Pantai Mliwis.

    “Sempat dinyatakan hilang, wisatawan Pantai Mliwis sore tadi korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” jelas AKP Heru.

    Saat ditemukan, lanjut AKP Heru, korban memakai kaos dalam warna hitam dan celana pendek warna merah seperti saat dilaporkan hilang.

    Selain jenazah Adi Waluyo, di waktu yang bersamaan jenazah Rizki Pratama (17) warga Desa Sidomoro, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen juga ditemukan.

    Keterangan AKP Heru, korban ditemukan di Pantai Brecong Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, sekira pukul 16.00 WIB.

    Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaos coklat bertulis Nevada, celana pendek hitam garis putih kotak-kotak serta mengenakan gelang nilon warna coklat seperti saat hilang terseret ombak di Pantai Setrojenar Buluspesantren.

    “Untuk korban Rizki, wisatawan yang hilang Hari Senin, tanggal 24 April 2023 di Pantai Setrojenar juga sudah ditemukan,” jelas AKP Heru.

    Lanjut AKP Heru, dengan ditemukan dua jenazah wisatawan yang terseret ombak, dengan demikian masih satu korban terseret ombak yang belum ditemukan.

    Korban atas nama Wahyu (17) warga Desa Rowosari, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen, yang dilaporkan hilang terseret ombak Pantai Lembupurwo pada hari Minggu 23 April 2023 masih dilakukan pencarian.

    Banyaknya kejadian kecelakaan laut, Polres Kebumen mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mandi di pantai Kebumen karena ombak besar yang membahayakan jiwa.

    Polres Kebumen mengimbau keras kepada seluruh wisatawan untuk menjauh dari garis pantai saat berekreasi.

    “Kami tidak bosan mengimbau kepada seluruh masyarakat, ataupun wisatawan untuk tidak mandi di laut. Sudah banyak korban jiwa karena nekad mandi lalu terseret ombak pantai selatan Kebumen,” pungkasnya.(*)

  • Ternyata Porang Bisa Diolah jadi Bahan Mie Ayam, Ganjar: Ini Keren

    Ternyata Porang Bisa Diolah jadi Bahan Mie Ayam, Ganjar: Ini Keren

    Ternyata Porang Bisa Diolah jadi Bahan Mie Ayam, Ganjar: Ini Keren
    Ganjar mencicipi mie berbahan porang (Foto: Humas Jateng)

    INI KEBUMEN – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkesempatan untuk melihat proses pengolahan tanaman porang, yang dilakukan kelompok petani porang di Kabupaten Sukoharjo.

    Bahkan Ganjar ikut menanam bibit porang, serta menikmati makanan dan minuman yang berbahan dasar porang.

    “Kalau kemarin saya mencoba mi ayam yang dibuat dari mocaf, sekarang saya cicipi porang jel, atau jelly yang dibuat dari porang dicampur kelapa muda,” ujar Ganjar.

    Ungkapannya disampaikan saat mencicipi makanan dan minuman hasil olahan petani porang di Dukuh Tritis, Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Senin, 31 Oktober 2022.

    “Ternyata benar-benar mirip jelly dan enak. Satu lagi ini ada mi ayam, minya dibuat dari porang juga, bentuknya agak keriting, rasanya ternyata enak,” sambungnya.

    Sebelum mencicipi makanan dan minuman dari bahan dasar porang itu, Ganjar lebih dulu melihat proses memanen hingga mengolah porang yang diproduksi oleh Sahabat Petani Porang Sukoharjo (SPPS) di desa itu.

    Ganjar dibuat kagum dengan apa yang dilakukan para petani porang itu. Sebab, mereka sudah mampu menciptakan teknologi sederhana untuk menghilangkan efek gatal dari porang.

    “Ini menurut saya keren ya. Jadi dari uji coba sejak tiga tahun ini, kawan-kawan menanam dan memproses. Bahkan yang sering jadi problem karena (porang) itu gatal, ternyata sudah ada teknologinya dengan cara ekstraksi. Ternyata ditemukan di sini, petani sendiri yang membuat metode itu. Ini cara basah, ini cara kering,” bebernya.

    Tak berhenti di situ, imbuh Ganjar, ternyata para petani porang itu sudah mampu mengolah porang menjadi produk turunan, seperti tepung glukoman.

    Bahkan, para petani itu sekarang mulai meriset untuk membuat beras analog dengan bahan baku porang. Untuk beras analog ini mereka mencoba mengolah menjadi beberapa varian, yakni murni berbahan porang, dan ada yang dicampur dengan mocaf (tepung singkong) dan sorgum.

    “Ketika kemudian industri ini sudah jadi, usul saya tidak hanya menanam selesai. Proses sudah bagus, gatal tidak ada lagi, tepung sudah bisa dibuat di sini. Lalu mulai dicampur, ada dengan mocaf satu lagi dengan sorgum. Mereka riset terus menerus. Ini otaknya ternyata alumni Brawijaya, labnya UGM ikut terlibat,” jelas Ganjar.

    Melihat praktik menakjubkan itu, gubernur mendorong agar para petani mengembangkan industri porang tersebut. Dalam hal ini para petani dapat melibatkan BRIN dan Brida, atau lembaga riset lainnya.

    Ganjar juga mendorong agar investasi di bidang produksi olahan porang itu ditambah.

    “Misi kawan-kawan petani ini juga menarik, karena lebih banyak pada pemberdayaan dan kemanusiaan. Jadi petani di tempat lain bisa ikut belajar dan menggunakan teknologi ini. Apalagi mereka sudah mematenkan produk itu,” katanya.

    “Hari ini orang yang tanam porang lagi nangis karena harganya jatuh, lagi euforia porang kan sekarang. Maka saya dorong agar ada orang yang nanti menanamnya iya, processing-nya iya, nah sekarang jualnya,” ungkapnya.

    Ganjar menambahkan, kesuksesan petani di Sukoharjo itu menambah keyakinan, jika ketahanan dan kemandirian pangan akan tetap terjaga. Termasuk ketika nanti dunia mengalami krisis pangan, masyarakat sudah siap dengan pangan alternatif ini.

    “Ini momentum kita, kalau saya optimis ya, di tengah situasi kondisi yang nanti mungkin orang sulit makan, kita akan berlimpah karena apapun bisa dimakan. Kawan-kawan ini salah satu pelaku yang konkret,” jelasnya.

    Petani porang di Dukuh Tritis Desa Kamal, Erwin Lasianto, mengatakan, konsep bertani porang seperti yang ia lakukan bersama petani lainnya sudah dimulai sejak 2017. Bukan hanya mengajarkan proses on farm-nya atau budidaya, melainkan juga memberikan sebuah edukasi.

    “Jadi kita dari on farm sampai off farm-nya, dari hulu sampai hilir. Olahan dari porang yang dari kami itu adalah beras porang, tepung glukoman, dan juga ada beberapa olahan turunan, antara lain brownies, dan dodol. Lalu masih banyak lagi yang sudah kita pasarkan di temen-temen UKM,” ujar petani yang juga Ketua SPPS itu.

    Produk yang dihasilkan oleh SPPS itu hanya dijual untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Menurut Erwin, itu dilakukan karena isu saat ini adalah ancaman pangan global. Ia berpikir, dengan memenuhi kebutuhan dalam negeri dapat meningkatkan kekuatan pangan.

    “Harapan kami dari kunjungan Pak Gubernur, kita berharap ada semacam kolaborasi. Kemudian untuk meningkatkan produktivitas, kami saat ini sedang kesulitan dalam hal beberapa mesin yang harus kita upgrade lebih besar, karena saat ini kita beberapa kali selalu dapat tawaran untuk menyuplai tepung ataupun bahan baku yang mereka harapkan. Dan kita masih terkendala dalam hal permesinan. Target kami satu bulan itu satu kuintal untuk tepung,” jelasnya.(*)

  • 2.020 Pelanggar Lalu Lintas di Kebumen Ditilang Selama Operasi Zebra Candi 2022, Ini Kata Kasat Lantas

    2.020 Pelanggar Lalu Lintas di Kebumen Ditilang Selama Operasi Zebra Candi 2022, Ini Kata Kasat Lantas

    2.020 Pelanggar Lalu Lintas di Kebumen Ditilang Selama Operasi Zebra Candi 2022, Ini Kata Kasat Lantas
    Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Tejo Suwono

    INI KEBUMEN – Sebanyak 2.020 pelanggar lalu lintas dilakukan tilang maupun teguran Polres Kebumen dalam Operasi Zebra Candi 2022.

    Operasi Zebra Candi 2022 berlangsung selama 14 hari dari 3 sampai 16 Oktober 2022.

    Meski Operasi Zebra Candi 2022 resmi telah ditutup, pengguna jalan diimbau agar selalu tertib berlalu lintas.

    Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasat Lantas AKP Tejo Suwono, mengatakan penindakan kepada pelanggar lalu lintas akan tetap dilakukan Polres Kebumen meski operasi telah usai.

    “Jadikan tertib berlalu-lintas sebagai budaya. Meski Operasi Zebra telah selesai, kami berharap masyarakat tetap tertib terhadap peraturan lalu-lintas,” jelas AKP Tejo, Selasa 18 Oktober 2022.

    Mereka yang ditilang Polres Kebumen karena melakukan pelanggaran lalu-lintas dan “tercapture” kamera ETLE statis ataupun dinamis.

    Kamera ETLE statis, dijelaskan Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Tejo Suwono adalah kamera yang terpasang di beberapa persimpangan jalan di Kebumen. 

    Sedangkan kamera dinamis adalah kamera petugas saat melakukan patroli.

    “Setelah tertangkap kamera, kami kirimkan surat konfirmasi tilang kepada pelanggar lalu-lintas. Setelah pelanggar menerima surat, selanjutnya melakukan konfirmasi bisa melalui Whatshaap, website ataupun datang langsung ke Sat Lantas,” jelas AKP Tejo.

    Kasat Lantas berharap agar pengguna jalan di Kebumen menghindari pelanggaran lalu-lintas.

    Sejumlah sosialisasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas juga digencarkan Sat Lantas Polres Kebumen untuk memberikan pemahaman di tengah masyarakat.

    Kesadaran dan patuh terhadap Undang-Undang Lalu-Lintas sangat dibutuhkan untuk mampu menekan angka kecelakaan lalu-lintas.

    “Mari tertib berlalu-lintas mulai dari diri sendiri. Selalu berdoa sebelum bepergian, semoga diberikan keselamatan dan kelancaran,” tandasnya.(*)

  • Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di Kebumen, Rabu, 20 April 2022: Ini Wilayah yang Padam

    Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di Kebumen, Rabu, 20 April 2022: Ini Wilayah yang Padam

    Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di Kebumen, Rabu, 20 April 2022: Ini Wilayah yang Padam
    Ilustrasi pemeliharaan jairngan listrik

    INI KEBUMEN – Jadwal dan Lokasi pemadaman listrik di wilayah PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kebumen, pada hari ini, Rabu, 20 April  2022.

    Pemadaman dilakukan PLN ULP Kebumen karena ada pemeliharaan jaringan.

    Dikutip dari instagram @plncilacap, berikut jadwal pemadaman listrik yang dilakukan PLN ULP Kebumen hari ini, Rabu, 20 April 2022.

    Penyebab pemadaman di PLN ULP Kebumen karena ada pekerjaan penjumperan penyalaan perubahan daya besar.  

    Pekerjaan ini akan dilakukan mulai pukul 10.00-15.00 WIB.
     
    Adapun wilayah yang terdampak pemadaman listrik, yaitu:

    Kecamatan Padureso

    1. Balingasal

    Kecamatan Prembun

    1. Prembun
    2. Sidogede
    3. Sembirkadipaten
    4. Kedungbulus
    5. Mulyosri
    6. Pesuningan
    7. Kabuaran
    8. Pecarikan.

    Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi call center 123, aplikasi PLN Mobile atau akun media sosial PLN.

    Demikian jadwal dan lokasi pemadaman listrik di wilayah kerja PLN ULP Kebumen, hari ini, Rabu, 20 April 2022.(*)

  • Pencari Keong di Kebumen Ditemukan Meninggal Dunia di Pinggir Jalan, Ini Penjelasan Polisi

    Innalillahi

    Pencari Keong di Kebumen Ditemukan Meninggal Dunia di Pinggir Jalan, Ini Penjelasan Polisi
    Pencari Keong di Kebumen Ditemukan Meninggal Dunia di Pinggir Jalan, Ini Penjelasan Polisi

    INI KEBUMEN – Seorang pria inisial NS (53) warga Desa Jerukagung, Kecamatan Klirong, Kebumen, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan desa setempat.

    Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 14.30 WIB, saat salah seorang warga akan pergi ke sawah mengecek tanamannya, Sabtu, 12 Februari 2022.

    Saat ditemukan, korban yang biasanya mencari keong di daerah tersebut sudah meninggal dunia.

    Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasi Humas Polres AKP Tugiman mengungkapkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan medis dari Puskesmas Klirong, dimungkinkan korban meninggal karena sakit.

    “Hasil oleh TKP, dan pemeriksaan medis, kami tidak menemukan tanda penganiayaan. Kuat dugaan meninggal karena sakit,” jelas AKP Tugiman.

    Keterangan lain dari Puskesmas, korban diduga meninggal kurang lebih satu jam sebelum ditemukan.

    Korban saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

    Informasi yang diperoleh dari pihak keluarga, korban sudah lama sakit komplikasi dan sedang berobat jalan.(*)

  • Paguyuban Senyum Berseri Bahas Pola Asuh Anak dan Remaja

    “Kepedulian tentang stunting perlu ditindaklanjuti bekerja sama dengan bidan setempat,” ajak Tri Handayani. 

    Paguyuban Senyum Berseri Bahas Pola Asuh Anak dan Remaja
    Paguyuban Senyum Berseri mengikuti kegiatan pertemuan rutin.

    INI Kebumen KEBUMEN – Paguyuban Senyum Berseri (PSB), wadah perkumpulan istri kepala desa/lurah se Kecamatan Kebumen mengadakan pertemuan bulanan di kediaman Kepala Desa Mengkowo, Kecamatan Kebumen, Jumat, 26 Desember 2021.

    Agenda pertemuan utamanya membahas Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), salah satu program dalam Kelompok Kerja I (Pokja I) Tim Penggerak Pendidikan dan Pemberdayaan Keluarga (TP PKK).

    Sebagai nara sumber dari TP PKK Kecamatan Kebumen Paguyuban Senyum Berseri Bahas Pola Asuh Anak dan Remaja

    Paguyuban Senyum Berseri (PSB), wadah perkumpulan istri kepala desa/lurah se Kecamatan Kebumen mengadakan pertemuan bulanan di kediaman Kepala Desa Mengkowo, Kecamatan Kebumen, Jumat, 26 Desember 2021.

    Agenda pertemuan utamanya membahas Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), salah satu program dalam Kelompok Kerja I (Pokja I) Tim Penggerak Pendidikan dan Pemberdayaan Keluarga (TP PKK).

    Sebagai narasumber dari TP PKK Kecamatan Kebumen Hj Etty Komariah, SAg MSi dan Hj Yuniati Zainul Khasanah.

    Etty Komariah menyinggung tentang hasil Rakernas IX PKK Tahun 2021 yang sudah dilaksanakan bulan Maret 2021. Rakernas tersebut bertema “Kemitraan dan Sinergitas Menjadi Kunci dalam Mewujudkan Keluarga Berdaya & Sejahtera”.

    “Kalau ada kasus-kasus seperti anak berani dengan orang tua, percekcokan rumah tangga, Bu Kades atau Bu Lurah tidak perlu panik, ajak mereka bermusyawarah sebagaimana pesan dalam surat Ali Imran ayat 159,” kara Etty.

    Sedangkan Yuniati mengajak peserta melakukan simulasi tentang pola asuh anak dan remaja (PAAR).

    Camat Kebumen Suis Idawati, Sekcam Edy Prayogi beserta Ketua TP PKK Kecamatan Kebumen Tri Handayani juga hadir dalam kesempatan tersebut. 

    Camat Kebumen berpesan agar adanya PSB, maka Ibu Kades dan Ibu Lurah bisa lebih berdaya, lebih bisa berani bicara ke suaminya terkait program-program TP PKK yang akan diajukan agar terealisasi. 

    “Ibu Kades dan Ibu Lurah juga harus mengikuti musrenbangdes (Musyawarah Rencana Pembangunan Desa), agar tahu seluk beluk dana desa agar tidak sampai terkena tipikor (tindak pidana korupsi). Karena yang tidak tahu bisa terciduk bukan hanya yang memakai saja,” pesan Camat Suis Idawati.

    Sementara Ketua TP PKK  Kecamatan Kebumen Tri Handayani, mengingatkan karena sudah mendekati akhir tahun, maka administrasi tahunan dari tingkat dasa wisma sampai desa/lurah harus disiapkan.

    “Kepedulian tentang stunting perlu ditindaklanjuti bekerja sama dengan bidan setempat,” ajak Tri Handayani. 

    Kehadiran pejabat Kecamatan Kebumen, disambut gembira Munjiah, istri Kepala Desa Mengkowo, selaku tuan rumah dan Ketua PSB, Puji Ratnaningsih, istri Kepala Desa Sumberadi.

    Menurut Puji, paguyubannya selain untuk menjalin silaturahmi antar istri kepala desa/lurah se Kecamatan Kebumen, juga untuk bisa menunjang keberhasilan pemerintah desa masing-masing, khususnya gerakan PKK.(*)

  • Bangun Budaya Literasi lewat Taman Bacaan Masyarakat

    “Karena dengan membaca kita bisa mengetahui berbagai hal, mengetahui berbagai belahan dunia dan untuk membuka jendela dunia yaitu dengan membaca,”

    Bangun Budaya Literasi lewat Taman Bacaan Masyarakat
    Taman Bacaan Masyarakat perlu dilengkapi fasilitas pendukung.

    INI Kebumen CILACAP – Upaya penyebarluasan budaya gemar membaca harus dilakukan bersama antara pemerintah dan masyarakat. Salah satunya dengan penyediaan fasilitas baca alias taman bacaan masyarakat (TBM) yang lengkap di setiap desa.

    Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf, pada acara Pemberian Penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca di Kabupaten Cilacap Tahun 2021, di Hotel Sindoro, Rabu, 24 November 2021.

    Menurutnya, selain penyediaan fasilitas baca, para pengelola TBM juga mesti kreatif dalam membuat kegiatan-kegiatan berbasis literasi agar warga termotivasi untuk membaca.

    “Karena dengan membaca kita bisa mengetahui berbagai hal, mengetahui berbagai belahan dunia dan untuk membuka jendela dunia yaitu dengan membaca,” pungkas Farid Ma’ruf.

    Sementara itu, Ketua Penyelenggara Penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca di Kabupaten Cilacap, Supriyanto, mengatakan, kegiatan pemberian penghargaan kepada para pengelola TBM merupakan salah satu wujud kerjasama antara pemerintah dengan para penggiat literasi di wilayah Cilacap.

    “Selain itu, kegiatan ini juga untuk membangun dan menciptakan budaya literasi yang tinggi di lingkungan masyarakat sebagai pendukung pembangunan sumberdaya manusia yang unggul,” ungkap Supriyanto.

    Lebih lanjut, predikat Insan Peduli Pustaka diberikan kepada empat orang penggiat literasi di Kabupaten Cilacap, yakni Popy Riyanti (Yes Radio). Kelik Priyanto (TBM Garasi Buku), Solihin (TBM Ruang Nutrisi), dan Wariyah (Perpustakaan Ngudi Ilmu Desa Rawa Apu). 

    Penghargaan juga diberikan kepada dua orang Duta Baca Kabupaten Cilacap, yakni Rafli dari SMAN 3 Cilacap dan Anya Agustin Diniar Putri dari SMKN 1 Cilacap.(*)

  • Berhasil Bangun Jalan 971 Meter, TMMD di Sidoagung Resmi Ditutup

    Berhasil Bangun Jalan 971 Meter, TMMD di Sidoagung Resmi Ditutup

    Penutupan digelar di Ruang Jatijajar Komplek Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Rabu, 31 Maret 2021.

    Berhasil Bangun Jalan 971 Meter, TMMD di Sidoagung Resmi Ditutup
    Acara serahterima pekerjaan TMMD

    INI Kebumen, KEBUMEN – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I di Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng, resmi ditutup.

    Acara penutupan digelar di Ruang Jatijajar Komplek Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Rabu, 31 Maret 2021.

    Penutupan TMMD ditandai dengan penyerahan hasil pekerjaan dari Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang kepada Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Selain itu juga penandatanganan prasasti pembangunan fisik oleh Bupati Arif Sugiyanto. 

    Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang, mengatakan kegiatan TMMD berhasil digelar selama 30 hari. Mulai dari tanggal 2-31 Maret 2021. 

    “Kegiatan TMMD menghasilkan edukasi  warga untuk menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong,” kata Matondang.

    Baca juga: TMMD Pertama di 2021, Jalan Sepanjang 971 Meter Bakal Dibangun di Desa Sidoagung

    Selama sebulan, kata Matondang, kegiatan TMMD berhasil menyelesaikan kegiatan fisik. Yakni berupa pembangunan jalan rabat beton sepanjang 971,17 meter, lebar 3,5 meter dan tebal 0,15 meter. Kemudian, pembangunan 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

    “Semua telah tercapai sesuai  rencana,” ucapnya.

    Menurutnya, program TMMD diarahkan pada pembangunan infrastruktur jalan dan pemugaran rumah. Hal ini lantaran menjadi kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan roda perekonomian.

    “Ini untuk meningkatkan kualitas hidup dalam membangun daerahnya sendiri menuju kehidupan sosial yang lebih maju sejahtera dan mandiri,” imbuhnya.(*)

  • Demi Dongkrak Nyali, Debt Collector Asal Gombong ini Nekat Nyabu

    Demi Dongkrak Nyali, Debt Collector Asal Gombong ini Nekat Nyabu

    Pengakuan tersangka, Sabu tersebut adalah miliknya yang diperoleh dari seseorang.

    Demi Dongkrak Nyali, Debt Collector Asal Gombong ini Nekat Nyabu
    Kapolres Kebumen menunjukkan barang bukti sabu. (Foto: Humas Polres Kebumen)

    INI Kebumen, KEBUMEN – Sat Resnarkoba Polres Kebumen kembali mengungkap kejahatan kepemilikan narkotika jenis sabu. 

    Adalah tersangka inisial NN warga Kelurahan Wonokriyo, Gombong harus berurusan dengan polisi karena kepemilikan barang haram itu.

    NN pria berusia 37 tahun itu tak kuasa mengelak, saat polisi menemukan satu paket sabu seberat 1,4 gram dalam saku celana jeans yang dikenakan.

    Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, mengatakan Sabu itu dikemas dalam sebuah plastik klip warna bening. Tersangka ditangkap pada Kamis 15 Oktober 2020 sekitar pukul 22.00 WIB di rumah kosnya di wilayah Sempor. 

    “Kita geledah tersangka, kita dapati barang bukti ini,” jelas AKBP Rudy didampingi Kasat Resnarkoba AKP Paryudi sambil menunjuk barang bukti Sabu, Minggu 1 November 2020.

    Pengakuan tersangka, Sabu tersebut adalah miliknya yang diperoleh dari seseorang. 

    “Saya sejak tahun 2015 sudah memakai Sabu. Awalnya saya ditawari teman. Sekarang beli sendiri,” ungkap tersangka NN.

    Tersangka mengaku jika mengkonsumsi Sabu nyalinya jadi bertambah.Sabu selalu ia gunakan rutin dua minggu sekali bahkan satu minggu sekali jika ia mendapatkan banyak bonus dari perusahaannya bekerja.

    Dia pernah tersandung kasus Pidana dan dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Kebumen karena kasus judi pada tahun 2015. Ia diputus 1 tahun penjara pada kasus tersebut dan bebas pada tahun 2016.

    “Sejak dulu saya mudah sih, mendapatkan barang itu (sabu). Dulu per paket harganya 200 ribu. Sekarang mahal,” jelas tersangka. 

    Tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Subsider pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan pidana penjara paling lama 12 tahun dan pidana denda paling banyakRp  8 miliar.(*)

    Berikut video selengkapnya: