Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Pansela » Peran Ganda BUMDesa

Peran Ganda BUMDesa

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Agus Khanif

Peran Ganda BUMDesa
Agus Khanif

INI Kebumen – BISNIS itu harus untung, dan tidak boleh rugi. Maka dalam dunia bisnis, mencari keuntungan itu penting, bahkan wajib, agar bisnisnya bisa berkembang dan bisa melebarkan sayapnya. Minimal  bisa tetap bertahan, bisa survive dan tidak gulung tikar. 

Begitu pun dengan BUM Desa (Badan Usaha Milik Desa). Sebagai mana layaknya badan usaha, maka dalam menjalankan bisnisnya BUM Desa juga harus untung dan tidak boleh rugi. 

Walau pun dalam BUM Desa tidak berlaku prinsip “Business is Business”, di mana keuntungan besar menjadi hal paling penting  yang dijadikan bahan pertimbangan utama. Tidak !.

Sebab BUM Desa adalah badan usaha yang berperan ganda,  bukan pure business. Di satu sisi mencari keuntungan, namun di sisi lain punya tugas pemberdayaan masyarakat.  

Maka dasar pertimbangannya bukan berapa besar keuntungan yang harus diperoleh, tapi besarnya manfaat bagi masyarakat desa.  Setidaknya, masyarakat desa bisa menjadi lebih berdaya setelah bermitra dengan BUM Desa. 

Ruh BUM Desa

Praktek bisnis model BUM Desa ini di dalam terminologi jawa bisa dijelaskan dalam ungkapan “Tuna Satak, Bathi Sanak”. 

Tak mengapa untungnya sedikit, bahkan sangat tipis, asalkan persahabatannya jadi tambah banyak dan berkelanjutan. Toh, walau untungnya sedikit, tapi karena volume yang diperdagangkan besar dan perputarannya cepat serta berjangka panjang, maka hasilnya pun jadi besar dan berkelanjutan.

Social Enterprise, Berbisnis dengan Semangat Sosial inilah yang mestinya menjadi ruh BUM Desa. Bukan semata-mata fokus pada

keuntungan, apalagi  mengedepankan keuntungan besar, namun lebih memperhatikan faktor sosial dan pemberdayaan masyarakat.  

Maka tak ada artinya BUM Desa menjadi menjadi besar, asetnya bertambah banyak, bidang usahanya bermacam-macam, bila masyarakatnya hanya jadi penonton. BUM Desa mestinya bisa menjadi jembatan masyarakat supaya terjadi kebersamaan dalam kemakmuran dan kesejahteraan.

BUM Desa dan Kemiskinan

BUM Desa ini, di dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memang digadang-gadang menjadi tulang punggung lembaga ekonomi desa yang mampu mensejahterakan masyarakat, dan mengurangi tingginya angka kemiskinan di pedesaan. 

Desa harus berdaya secara ekonomi. Mengapa ? Karena salah satu yang paling dominan untuk bisa terwujudnya Desa Mandiri adalah sektor ekonomi.

Sedangkan di sektor ekonomi ini masih banyak masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2019 mencatat, jumlah penduduk miskin  sebesar 24,79 juta orang.  Dari jumlah tersebut sebanyak 9,86 juta orang berada di perkotaan, sedangkan 14,93 juta orang berada di pedesaan.

Potret kemiskinan itu sangat kontras.  Sebab ada sebagian kecil warga masyarakat hidup dalam kelimpahan, sementara sebagian besar lainnya hidup serba kekurangan. Disparitasnya begitu mencolok antara pedesaan dan perkotaan. 

Tingkat kesenjangan yang menganga tersebut tentu cukup membahayakan, dan potensial menimbulkan berbagai persoalan sosial  di masyarakat. Sebab, wong nek ngelih pikirane gampang ngalih. Orang kalau lapar dan kekurangan itu gampang terprovokasi. Mudah melakukan tindak kekerasan,  pencurian, perampokan dan berbagai tindak kriminal lainnya. 

Kondisi ini tumbuh menyakitkan lagi bila mereka yang berpenghasilan rendah secara ekonomi juga rendah dalam pendidikan, kesehatan, serta kekuasaan. Sebab substansi dari kesenjangan adalah ketidakmerataan akses terhadap sumber daya, terutama sumber daya ekonomi.  

Salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan mewujudkan kemandirian desa sesuai  amanat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yaitu  dengan mendirikan BUM Desa. 

Sekarang sudah berdiri sekitar  42.000  BUM Desa di seluruh Indonesia.  Apakah natinya bisa mengurangi angka kemiskinan secara signifikan ? Wallahu a’lam.  Semoga demikian.(*)

Agus Khanif, Anggota Dewan Presidium FORMASI (Forum Masyarakat Sipil) Kabupaten Kebumen

  • person
  • visibility 0
  • forum 0
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stok Beras di Gudang Bulog Selang Aman untuk Empat Bulan ke Depan

    Stok Beras di Gudang Bulog Selang Aman untuk Empat Bulan ke Depan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2020
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Kapolres Kebumen Cek Gudang Bulog di Tengah Pandemi Corona? Kapolres saat mengecek stok beras di Gudang Bulog Selang. (Foto: Humas Polres Kebumen) INI Kebumen, KEBUMEN – Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan bersama Satgas Pangan Polres Kebumen melakukan pengecekan stok beras di Gudang Bulog Selang, Kecamata Kebumen, Jumat, 15 Mei 2020. Rudy mengatakan pengecekan untuk […]

  • Satlantas Polres Kebumen Edukasi Masyarakat tentang Lalu Lintas dengan Pendekatan Seni dan Budaya

    Satlantas Polres Kebumen Edukasi Masyarakat tentang Lalu Lintas dengan Pendekatan Seni dan Budaya

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Edukasi Masyarakat tentang Lalu Lintas dengan Pendekatan Seni dan Budaya INIKEBUMEN.net – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kebumen menggelar kegiatan pendidikan masyarakat lalu lintas (Dikmas Lantas) yang unik di Alun-alun Pancasila, Kebumen, Minggu, 16 Februari 2025. Kegiatan ini dikemas melalui pemolisian dengan pendekatan seni budaya dan pariwisata atau Art Policing dan bertepatan dengan car free […]

  • Trio Plaza Kebumen Dinilai Terlalu Dekat dengan Pasar Tradisional

    Trio Plaza Kebumen Dinilai Terlalu Dekat dengan Pasar Tradisional

    • calendar_month Jumat, 15 Sep 2017
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Rencana pembangunan hotel bintang tiga dan plaza “Trio Plaza Kebumen” mendapat kritikan dari Budayawan asal Kebumen, Achmad Marzoeki, atau yang lebih dikenal dengan nama Kang Juki. Kang Juki saat berbelanja di Pasar Tumenggungan Kebumen Dia tidak mempermasalahkan rencana pendirian hotel sebagai konsekuensi berkembangnya pariwisata di Kebumen. Termasuk rencana lokasi pendiriannya, sepanjang sesuai […]

  • Kebumen Kembali Gagal Pertahankan WTP

    Kebumen Kembali Gagal Pertahankan WTP

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2017
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Setelah tahun lalu Pemkab Kebumen berhasil memperbaiki laporan keuangannya sehingga berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tahun ini Pemkab Kebumen tidak berhasil mempertahannya. Suasana Rapat Paripurna DPRD Kebumen dengan agenda agenda penyampaian raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2016 Berdasarkan laporan keuangan Pemkab Kebumen tahun anggaran 2016 yang […]

  • Jadwal Sholat Kebumen Hari Ini Minggu 13 Agustus 2023: Subuh, Zuhur, Asar, Magrib dan Isya

    Jadwal Sholat Kebumen Hari Ini Minggu 13 Agustus 2023: Subuh, Zuhur, Asar, Magrib dan Isya

    • calendar_month Sabtu, 12 Agt 2023
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

     Jadwal sholat Kebumen. INIKEBUMEN.net – Jadwal sholat Kebumen, Jawa Tengah yang berlaku hari ini Minggu, 13 Agustus 2023. Jadwal sholat Kebumen dan sekitarnya ini meliputi sholat subuh, zuhur, asar, magrib dan isya. Dikutip dari laman Bimas Islam Kemenag, berikut jadwal sholat untuk wilayah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, hari ini Minggu, 13 Agustus 2023:Imsak04:24Subuh04:34Terbit05:48Duha06:16Zuhur11:50Asar15:10Magrib17:45Isya18:56 Itulah jadwal […]

  • Ramadhan dan Pembentukan Keluarga yang Dialogis

    Ramadhan dan Pembentukan Keluarga yang Dialogis

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2019
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Kang Juki bersama keluarga www.inikebumen.net PADA bulan Ramadhan kesempatan orang tua untuk makan bersama anak-anaknya menjadi lebih besar dibanding hari-hari biasa. Kalau di hari-hari biasa, karena jadwal kegiatan masing-masing, mungkin sulit untuk bisa makan bersama seluruh anggota keluarga. Namun pada bulan Ramadhan terbuka kesempatan untuk makan bersama keluarga, yakni saat berbuka dan sahur. Meski banyak […]

expand_less