Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Pansela » Seniman, Pekerja Seni dan Penguasa

Seniman, Pekerja Seni dan Penguasa

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Kang Juki

Seniman, Pekerja Seni dan Penguasa
Pameran lukisan di Kebumen. (Ilustrasi)

INI Kebumen – SALAH satu pernyataan dari Budayawan Emha Ainun Najib, yang selalu saya ingat adalah, “Seniman lebih tinggi derajatnya dari ulama.” 

Emha menjelaskan pernyataanya. Bahwa jika ulama baru bicara tentang benar dan salah, seniman sudah berbicara tentang keindahan. Semestinya keindahan itu posisi dengan tingkatan lebih tinggi daripada kebenaran.

Alasan yang cukup masuk akal, meski mungkin bisa membuat orang yang menyandang predikat ulama ada yang tersinggung.

Masalahnya di dunia seni nyaris tak bisa dibedakan antara seniman dengan pekerja seni. Seniman mencari inspirasi untuk membuat karya, pekerja seni menjadikan karya untuk mencari penghasilan.

Bukan berarti seniman tak mau menjual hasil karyanya sama sekali, tapi tak mau menjual karyanya dengan harga murah. Bukan pula berarti sok jual mahal, tapi karena paham, karya seni tak bisa sembarang dinilai dengan nominal uang.

Jangan kaget bila mendengar harga selangit dari karya pelukis-pelukis ternama. Padahal orang awam pasti sulit memahami letak keindahan lukisan tersebut. Nyatanya ada saja yang membelinya. 

Sebaliknya lukisan pemandangan bagus yang dijaja di pinggir jalan, harganya tak sampai sepuluh persennya, masih kesulitan mendapatkan pembeli.

Sekadar menyebut contoh, lukisan berjudul “Colosseum, Roma” karya maestro seni rupa Indonesia Affandi (1907-1990) laku HK$3,22 juta (Rp 5,59 miliar) pada April 2017 di Balai Lelang Sotheby’s, Hongkong. Lukisan lainnya “Andong”  laku HK$2,5 juta (Rp 4,34 miliar) pada November 2017 di Balai Lelang Christie’s Hongkong.

Kemudian “Abstract Composition” karya pelukis religius Ahmad Sadali (1924-1987) juga terjual HK$3,22 (Rp 5,59 miliar) melalui lelang di Sotheby’s Hongkong pada April 2017.

Baca juga: Tak Bisa Cari Nafkah, Seniman Campursari Jalan Kaki 13 Kilometer Sambil Panggul Organ

Bandingkan dengan hasil penjualan lukisan-lukisan yang dipajang di kios-kios pinggir jalan.

Tak hanya di dunia seni lukis menunjukkan beda level antara seniman dan pekerja seni. Dalam seni lain juga begitu, seperti sastra. 

Tampil membaca puisi di panggung, bagi seorang WS Rendra tentu akan berbeda jauh honornya. Bahkan bila dibandingkan dengan seorang yang baru menjadi juara 1 lomba baca puisi, tingkat nasional sekalipun.

Tapi jangan keliru juga, tidak serta merta seorang seniman karyanya seketika mendapat penghargaan layak. Karya Affandi dan Ahmad Sadali harganya semakin mahal setelah keduanya meninggal. 

Seniman Campursarri melakukan aksi jalan kaki sejauh 13 kilometer

Seniman sejati tak akan mengeluh menjalani hidup ini, karena baginya hidup adalah untuk berkarya. Masyarakat mau menghargai karyanya atau tidak, di luar ekspektasi utamanya.

Jika ada yang suka mengeluh, apalagi sampai merengek berharap bantuan, itu masih level pekerja seni. Orang yang pekerjaannya memang di bidang yang terkait dengan seni.

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun lebih, bagi seorang seniman bisa mendatangkan banyak inspirasi untuk melahirkan beragam karya. 

Bagaimana nanti media yang bisa digunakan untuk bisa unjuk karya, juga semakin banyak alternatifnya. Perkembangan teknologi memberi banyak kemudahan, untuk berkarya dan mempublikasikannya.

Tidak demikian halnya bagi pekerja seni. Yang memiliki ketergantungan pada media tertentu untuk bisa unjuk karya. Maka ketika ada berita tentang seniman tak bisa mencari nafkah di masa pandemi, maka sejatinya itu seorang pekerja seni yang belum sampai level seniman apalagi maestro.

Terlebih ketika yang dilakukan kemudian adalah berjalan kaki 13 km hanya untuk mengadu kepada Bupati berharap bantuan atau fasilitas. Langkah yang lantas mendapat komentar dari salah satu akun facebook Kang Tobor Suwarno. Melalui statusnya dia menyindir, “Dum dum dum … Seorang maestro luruh. Menjual diri. Bupati tak mengerti.”

Seniman, Pekerja Seni dan Penguasa
Tangkapan layar akun Facebook Kang Tobor Suwarno

Kalau kembali pada pemahaman seniman versi Cak Nun yang lebih tinggi dari ulama, seorang seniman akan berpikir ulang untuk merendahkan diri mengadu kepada penguasa dengan cara yang terkesan mencari perhatian.

Dalam sebuah hadis yang berasal dari Mu’awiyah, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian terlalu mendesak dalam meminta. Demi Allah, jika seseorang meminta sesuatu dengan cara-cara pemaksaan lalu dikabulkan, maka permintaannya tidak diberkati.” (HR Ahmad no. 16289 dengan isnad shahih menurut Syu’aib al-Arna’uth). 

Dari sisi penguasa, peristiwa itu adalah kegagalan memperhatikan rakyatnya. Sampai ada warga yang harus ngoyo untuk mendapatkan perhatiannya. 

Sambutan terhadapnya sekadar pencitraan atau bagian dari proses penyadaran? Bahwa yang mengalami seperti itu tak hanya pekerja seni, melainkan semua profesi juga ikut merasakan. Apa juga harus menempuh cara serupa untuk diperhatikan?(*)

Penulis adalah pegiat media dan jamaah Masjid Agung Kauman, Kebumen.

  • person
  • visibility 1
  • forum 0
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berbeda Tak Harus Bertentangan (Bagian I)

    Berbeda Tak Harus Bertentangan (Bagian I)

    • calendar_month Rabu, 25 Des 2019
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Oleh: Kang Juki Spanduk MTA Kebumen yang menolak radikalisme, terorisme dan ISIS (Ilustrasi Foto: MTA Sempor) www.inikebumen.net BERULANGNYA penolakan terhadap kegiatan Majelis Tafsir Al Quran (MTA) di Kabupaten Kebumen, menghadirkan keraguan akan kedewasaan masyarakat Kebumen dalam menyikapi perbedaan. Muara dari sikap tersebut adalah gagalnya pendidikan dalam keluarga. Mengapa? Ikatan hubungan emosional terdekat setiap individu adalah […]

  • Simpel Membuatnya! Resep Salad Crunchy Asam Manis Gurih, Ini Rahasia Chef Devina Hermawan

    Simpel Membuatnya! Resep Salad Crunchy Asam Manis Gurih, Ini Rahasia Chef Devina Hermawan

    • calendar_month Minggu, 8 Okt 2023
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

     Resep salad (Youtube Devina Hermawan) INIKEBUMEN.net – Kali ini Chef Devina Hermawan membagikan resep salad yang crunchy asam manis gurih. Resep salad ala Hokben ini simpel dan mudah membuatnya. Menu sehat ini pun sangat cocok untuk kamu yang sedang mengurangi makan berat. Dilansir dari kanal Youtube Devina Hermawan, berikut resep salad ala Devina Hermawan untuk […]

  • Para Kades Diminta Tidak Perlu Kahawatir Dipidana

    Para Kades Diminta Tidak Perlu Kahawatir Dipidana

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2017
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Para kepala desa di Kabupaten Kebumen diminta tidak khawatir akan dipidana terkait dengan pelaksanaan program pemerintahan dan pembangunan yang dilaksanakan. Hal ini disampaikan Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, melalui sambutan tertulisnya menanggapi Sosialisasi Dana Desa dan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) di Kabupaten Kebumen tahun 2017. “Saya juga berharap, […]

  • Sambut HPN 2021, Ganjar Siapkan Vaksinasi Untuk Insan Pers

    Sambut HPN 2021, Ganjar Siapkan Vaksinasi Untuk Insan Pers

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Vaksin untuk Wartawan Gubernur Ganjar Pranowo INI Kebumen, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo siap melakukan percepatan vaksinasi terhadap insan pers di Jawa Tengah.  Hal itu merujuk pada pernyataan Presiden Joko Widodo yang menjanjikan vaksinasi pada akhir bulan Februari dan awal Maret.  Terkait kesiapan Jawa Tengah dalam program vaksinasi terhadap insan pers. Menurut Ganjar, […]

  • Suzuki Insurance Kini Lindungi Mobil Pelanggan Hingga 5 Tahun

    Suzuki Insurance Kini Lindungi Mobil Pelanggan Hingga 5 Tahun

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2020
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Asuransi Suzuki  Proses perbaikan di lokasi Authorized Body & Paint Suzuki INI Kebumen, KEBUMEN – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) terus melakukan berbagai pengembangan bagi pelanggan meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19. Kali ini, melalui Suzuki Insurance, PT SIS menawarkan masa perlindungan yang lebih lama untuk mobil kesayangan pelanggan. Jika tadinya usia kendaraan yang di-cover adalah […]

  • KPU Batasi Pemilih di TPS Maksimal 12 Orang di Pilkada 9 Desember

    KPU Batasi Pemilih di TPS Maksimal 12 Orang di Pilkada 9 Desember

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2020
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    KPU bakal gunakan alat coblos sekali pakai  Gubernur Ganjar Pranowo saat menerima Komisioner KPU Jateng. (Foto: Vivi/Humas Jateng) INI Kebumen, SEMARANG – Berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pemilihan Kepala Daerah, diputuskan Pilkada serentak akan digelar 9 Desember 2020. Di Jawa Tengah sendiri pilkada akan digelar di 21 kabupaten/kota. Menyikapi rencana […]

expand_less